Gamang ih  baca 3 kata itu.. gimana gaa yaa, 

Harta… selalu dikejar, mencari kepuasan dengan menumpuk harta semakin banyak.. tapi endingnya ga ada puasnya kan???

Boleh cerita dikit donk, sejak menerima sejumlah uang warisan dan lain lainnya, dikira dah cukup/puas lhoo, nah lho ternyata masih juga tuh ga kebeli mobil MERCY 700 jt, TANAH puluhan hektar, Makan pagi siang malam berganti tempat., tiap bulan keliling dunia, tiap gadget baru keluar langsung beli, beli tas mahal, beli baju mahal, tiap 3 tahun ganti mobil, tiap tiga tahun ganti rumah……. CATAT nihhhhhh!!! belum bisa lho, dan masih pikirrrrr panjangggggg kalaupun maksa belii,  padahal kalau dilihat orang lain kita dah uwowww dengan sejumlah kucuran dana itu….. 

Jadi HARTA!! sekali lagi ga ada cukupnya Friend!!!..Dan apa yang kita lihat pada orang lain yang lebih dari kita, GA USAH SYIRIK euyyyyyy, soalnya saya disyirikin banyak orang saja tetap merasa… “KURANG”, dan “HUFT- ga bisa beli apa apa juga kok” … 

Again, HARTA itu ga akan bikin puas!!! jadi jangan PEDIT … wong jelas HARTA itu ga akan dibawa MATI… 

Setidaknya HARTA itu diatur sedemikian rupa, minimal… bisa buat bayar zakat, bia sedekah lebih banyak, bisa nyimpen buat hari tua kalau ingin jalan jalan ke eropa, bisa simpen buat bekal pendidikan anak anak, dan siap membeli sepetak tanah untuk istirahat kita selamanya..,,, 

NAH kan,,, simpleeee… GA usah stress mikirin HARTA kok ga numpuk numpuk…. BERSYUKURRR saja.. 

 

TAHTA…. alias kekuasaan, ternyata dua sisi juga… enak donk punya sedikit kekuasaan, setidaknya bisa membuat keputusan yang harus dikerjakan banyak orang, bisa menegur orang jika ada salah, bisa membuat aturan menjadi nyata, bisa membuat orang lain mengikuti apa yang diminta , bisa menumpuk harta??? , bisa …. ya gituh dech … BUT, ternyata musuhnya juga nambah lho… beneran lhooo, seperti yang saya urai di dalam “curhatanku” , ternyata banyak yang mencibir, awalnya ga pernah mencibir, musuh berdatangan one by one.. HIKS… JADI buat APA punya TAHTA kalau ternyata malah nambah musuh yaaa… Musuh yang cemburu, musuh yang sok kritik, musuh yang terganggu zona amannya… dll…. HUFT… jauh jauhh dech dari TAHTA ini jika bisa, namun sekali lagi, JIKA memang harus dan menjadi tanggung jawab demi orang banyak,,, ya… 5% persen musuh anggap angin lalu saja sebagai teriakan semangat untuk terus memperbaiki, dan ajang untuk membuat kita jauh lebih bijak,  BUT, tetap jikalau bisa memilih masih banyak cara lain untuk bisa memberikan manfaat pada banyak orang, ga harus punya TAHTA .. dan saya lebih suka itu.. hindari.. 

 

WANITA… nah ini dia yang bingung, ini kaumku yaaaa…. ga mau cerita ahh… soalnya masih ga ngerti kenapa kaum pria ingin dapat “LEBIH”  dari berbagai aspek wanitanya nya, JUMLAH, KECANTIKAN, dll….. walaupun dengan alasan apapun tetep aja nyesek kalau baca. 

 

SO, di ending.. JUST remind me a LOT!!!

PERCUMA MENIMBUN HARTA DUNIA, SEMUA KEJAYAAN MANUSIA AKAN LENYAP DIMAKAN ALAM SEMESTA

PERCUMA PULA MENGEJAR TAHTA , GA AKAN ADA YANG ABADI, TIDAK PULA MENENANGKAN JIWA

TIMBUNLAH HARTA ROHANI, AMAL KASIH PADA SESAMA, TIDAK BERBENTUK, TIDAK BERWUJUD, TIDAK BERWARNA, TIDAK BISA DIHARGAI OLEH UANG, TAPI NILAINYA ABADI, MENENANGKAN JIWA, MENGHAPUS DOSA, MENJADI POMPA BERKAH, MENJAUHKAN BENCANA

JADIKANLAH DIRI BERMANFAAT UNTUK ORANG BANYAK, DIKENANG SEPANJANG MASA KARENA JASANYA. 

SEMAKIN BERMANFAAT KITA UNTUK LINGKUNGAN KITA, MAKIN YAKIN, BANYAK DOA UNTUK KITA. SEHAT ROHANI, SEHAT JASMANI

BERLOMBA LOMBA LAH MENCARI CARA APA YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK ORANG BANYAK, UNTUK AGAMAMU, DAN UNTUK NEGARAKU. 

#jauh jauh dari iri,, syirik, dengki, sombong, riya…#