Walaupun sedikit terlambat menceritakan tahapan serdos, tapi tetep…harus dishare siapa tau bisa sangat bermanfaat untuk orang banyak.
Sejak, tgl 25 oktober 2013 lalu  pengisian portofolio sudah berakhir, dan hingga detik ini belum ada pengumumannya, sooo, masih berharap cemas akan status serdos saya.

Setelah  mengikuti ujian toefl dan tpa, ada lagi tuh tahap ke dua yang membuat kepala runyam…membuat portofolio.. artinya membuat deskripsi diri tentang berbagai hal. Ternyata mendeskripsikan diri sendiri itu susah-susah gampang, walau susahnya lebih banyak….harus mereview sekian tahun bekerja sebagai dosen , dan mampu menjelaskam tahapan perkembangan kualitas sebagai dosen dari berbagai tahapan.

Pengisian portofolio diilakukan di link serdos.dikti.go.id. Setiap dosen akan diberikan akun yang terdiri dari:

1. Akun dosen, username dan passwordnya

2. Akun teman sejawat, ada 3 orang..pilihlah teman teman yang memahami kita.

3. Akun Pimpinan dosen, ada 1 orang

4. Akun mahasiswa, ada 5 orang.

Tahap awal ini sulit lho… dikatakan sulit, karena harus meminta 3 teman sejawat yang memahami banget kita, pimpinan yang pemurah, plus mahasiswa sebanyak 5 orang dan menilai point point di bawah ini:

A. Kompetensi Pedagogik

Pedagogik???

Bagi pendidik, istilah ini pasti sudah tidak asing lagi, dan ilmunya menjadi sebuah acuan dalam praktek mendidik anak. Jika dilihat dari segi istilah, pedagogik sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu paedos (anak) dan agogos (mengantar, membimbing, memimpin). Dari dua istilah diatas timbul istilah baru yaitu paedagogos dan pedagog, keduanya memiliki pengertian yang hampir serupa, yaitu sebutan untuk pelayan pada zaman Yunani kuno yang mengantarkan atau membimbing anak dari rumah ke sekolah setelah sampai di sekolah anak dilepas, dalam pengertian pedagog intinya adalah mengantarkan anak menuju pada kedewasaan.

Istilah lainnya yaitu Paedagogia yang berarti pergaulan dengan anak, Pedagogi yang merupakan praktek pendidikan anak dan kemudian muncullah istilah Pedagogik yang berarti ilmu mendidik anak…. sumber dari : http://e-smartschool.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=404&Itemid=55

B. Kompetensi profesional 

Dosen yang profesional adalah orang yang memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang pembelajaran sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai seorang pembelajar dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain pembelajar profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik dan memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya, artinya seorang pembelajar telah memperoleh pendidikan formal serta menguasai berbagai strategi dalam kegiatan belajar mengajar,selain itu pembelajar yang profesional juga harus menguasai landasan-landasan pendidikan yang tercantum dalam kompetensi.

C. Kompetensi Kepribadian

Yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Sub kompetensi mantap dan stabil memiliki indikator esensial yakni bertindak sesuai dengan hukum, bertindak sesuai dengan norma sosial, bangga menjadi pendidik dan memiliki konsistensi dalam bertindak dan bertutur.

Mengacu kepada standar nasional pendidikan, kompetensi kepribadian dosen meliputi,

(1) Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil, yang indikatornya bertindak sesuai dengan norma hukum, norma sosial. Bangga sebagai pendidik, dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.

(2) Memiliki kepribadian yang dewasa, dengan ciri-ciri, menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik yang memiliki etos kerja.

(3) Memiliki kepribadian yang arif, yang ditunjukkan dengan tindakan yang bermanfaat bagi peserta didik, sekolah dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.

(4) Memiliki kepribadian yang berwibawa, yaitu perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.

(5) Memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan, dengan menampilkan tindakan yang sesuai dengan norma religius (iman dan takwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.

D. Kompetensi Sosial.

Kompetensi sosial ialah kemampuan seorang guru dan dosen untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar.

AMAZINGGG kannn ??😯  Itulah pendidik, memiliki peran tinggi dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu bangsa,,, Makanyaa jangan sepelakan dosen donk yaa, GAJI nya harus besar, supaya ke empat kemampuan itu mampu dijawab oleh pribadi dosennya… (#lho endingnya gaji yaaa..🙂 .. yaa boleh lah berharap)

Jikalau diurai satu demi satu, kok rasanya sulit ya menjadi dosen. Ternyata menjadi dosen itu harus  menjadi panutan studentnyaa.. duh kebayang kan kalau dosen atau tenaga pendidik gagal menjadi panutan muridnya, jadi muridnya akan mencontoh siapa atau malah akan mencontoh perilaku buruk dosennya.

Hal yang paling penting yang diajarkan oleh dosen adalah tanggung jawab, kedisiplinan dan terbuka.

Bertanggung jawab? … hal simple adalah apa yang diakatakan sama dengan yang dilakukan, dan siap menanggung resiko dari sikap atau perilaku yang sudah dilakukan.

Disiplin ?? … minimal tepat waktu tuh saat ngajar, ga telat!!!… rasanya malu saya saat ditegur..”ibu tidak tepat waktu karena terlalu sering rapat” .. hehehe, ga lagi dech… Kewajiban mengajar menjadi hal yang harus diutamakan dari rapat rapat yang ga ada habisnya yaaa…🙂 .. siap berubah!!!💡

Terbuka??? … minimal saat mahasiswa kasih kritikan diterima yaaa… tuhh dah diterima kok, soal ibu yang suka telat kalau ngajar.. dah berubah sekarang, Janji dech… (emmm… berusaha berusaha ya):mrgreen:

Dan masih banyak lagi yang harus baik dari sisi dosen… tepat waktu menyerahkan nilai (biar mhs ga ribut dan team pengumpul nilai ga harus ngejar ngejar kita), memberikan penilaian yang baik, bisa mengingat wajah muridnya.. (OMG???? bisakah sayaa?, nama aja sering lupa.. kalau wajah.. mhs yang ga aktif mana bisa saya ingat yaaa…), kemudian harus bisa diajak berkomunikasi dan bertukar pendapat (yaaa… kapan ngobrolnya ya ama mhs), harus ini harus itu… buanyak banget.

Pada dasarnya ketika anda menyatakan diri kita sebagai dosen… siap siaplah dalam melangkah, jadilah pribadi yang bisa menjadi panutan mahasiswanya. Sesulit apapun, tetap inilah pekerjaan yang saya pilih, dengan sukarelawan, tanpa paksaan, jadi yaa harus bisa jadi the real dosen…

Jadi, yang saya sebutkan diatas adalah beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang dosen jikalau ingin memenuhi persyaratan dalam pengisian portfolio dosen. Makanya ketika kita mengawali tugas sebagai dosen, semua proses yang kita lalui harus berlandaskan dari kewajiban utama sebagai pendidik berikut dengan kepribadiannya.

Pribadi yang menarik… memudahkan transfer ilmu… (berarti dulu nilai kuliah saya yang jelek, gagal yaa dosennya memiliki pribadi yang baik.. heheh, masih terbayang wajah si dosen).. Yaaa gituh dech👿

Kemudian tahapan yang ga kalah sulitnya adalah, mengisi isian dekripsi diri.. mendeskripsikan diri kita… emmm.. jadi menjelaskan diri kita itu sepertii apa..

Pertanyaan pertama yang terlewat : “emang saya gimana ya?? ” ..😳

Untungnya dituntun dalam pengsisin dekripsi diri ini oleh panduan serdos dengan baik, jadi sedikit bisa mengarang indah, dengan melampirkan bukti yang sesuai dengan keadaan.

Lembar Deskripsi Diri merupakan salah satu instrumen yang digunakan dalam proses Sertifikasi Dosen Dalam Jabatan sebagai bagian tidak terpisahkan dari Portofolio Dosen. Lembar Deskripsi Diri digunakan sebagai alat bagi dosen untuk menjelaskan keunggulan atau kebanggaan pribadi seorang dosen atas prestasi dan/atau kontribusi yang telah dilakukan dalam menjalankan karirnya sebagai dosen, khususnya terkait dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Lembar Deskripsi Diri Dosen berkenaan dengan prestasi dan kontribusi dosen dalam 4 (empat) kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Berbagai aspek yang berkait dengan keempat kompetensi tersebut dinyatakan dalam bentuk kegiatan pengajaran/pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, manajemen pendidikan, dan manajemen kemahasiswaan.

Berikut adalah Isiannya :

A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran

A.1. Berikan contoh nyata semua usaha kreatif yang telah atau sedang Saudara lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; dan jelaskan dampaknya !

Deskripsi:

Usaha kreatif:

………………………………………………………………………………………………………

Dampak perubahan:

………………………………………………………………………………………………………

A.2. Berikan contoh nyata kedisiplinan, keteladanan , dan keterbukaan terhadap kritik yang Saudara tunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran.

Deskripsi:

  1. Kedisiplinan:

……………………………………………………………………………………………………….

2. Keteladanan:

……………………………………………………………………………………………………….

3. Keterbukaan terhadap kritik:

…………………………………….…………………………………………………………………………….

  • B.   Pengembangan Keilmuan/Keahlian

B.1. Sebutkan publikasi karya-karya ilmiah/seni yang telah Saudara hasilkan dan tunjukkan buktinya dengan cara mengunggahnya. Bagaimana makna dan kegunaannya dalam pengembangan keilmuan/keahlian. Jelaskan bila karya tersebut memiliki nilai inovatif.

Deskripsi:

1.Publikasi karya ilmiah:

……………………………………………………………………………………………………….

2. Makna dan kegunaan:

 ……………………………………………………………………………………………………….

3.Nilai inovatif:

……………………………………………………………………………………………………………………

B.2. Berikan contoh nyata konsistensi dan target kerja yang Saudara tunjukkan dalam pengembangan keilmuan/keahlian.

Deskripsi:

1.Konsistensi:

……………………………………………………………………………………………………..

2. Target kerja:

……………………………………………………………………………………………………….

C. Pengabdian kepada Masyarakat

C.1. Berikan contoh nyata penerapan ilmu/keahlian Saudara dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Deskripsikan dampak perubahan dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan tersebut !

Deskripsi:

Kegiatan PKM:

………………………………………………………………………………………………………

  1. Dampak Perubahan:

………………………………………………………………………………………………………

2.Dukungan Masyarakat:

………………………………………………………………………………………………………………..

C.2. Berikan contoh nyata kemampuan berkomunikasi dan kerjasama yang Saudara tunjukkan dalam pengabdian kepada masyarakat.

Deskripsi:

1. Kemampuan berkomunikasi:

……………………………………………………………………………………………………..

2. Kemampuan kerjasama:

………………………………………………………………………………………………………

D. Manajemen/Pengelolaan Institusi

 D.1. Berikan contoh nyata kontribusi Saudara sebagai dosen, berupa pemikiran untuk meningkatkan kualitas manajemen/pengelolaan institusi (universitas, fakultas, jurusan, laboratorium, manajemen sistem informasi akademik, dll), implementasi kegiatan, dan bagaimana dukungan institusi terhadap kegiatan tersebut.

Deskripsi:

Implementasi kegiatan dari usulan/pemikiran:

………………………………………………………………………………………………………

Dukungan institusi:

………………………………………………………………………………………………………

D.2. Berikan contoh nyata kendali diri, tanggungjawab, dan keteguhan pada prinsip yang Saudara tunjukkan sebagai dosen dalam implementasi manajemen/ pengelolaan institusi.

Deskripsi:

Kendali diri:

………………………………………………………………………………………………………

Tanggungjawab:

……………………………………………………………………………………………………..

Keteguhan pada prinsip:

……………………………………………………………………………………………………………..

E.    Peningkatan Kualitas Kegiatan Mahasiswa

E.1. Berikan contoh nyata peran Saudara sebagai dosen, baik berupa kegiatan maupun pemikiran dalam meningkatkan kualitas kegiatan mahasiswa dan bagaimana dukungan institusi dalam implementasinya.

Deskripsi:

Peran pada kegiatan mahasiswa:

………………………………………………………………………………………………………

Implementasi peran:

………………………………………………………………………………………………………

E.2. Berikan contoh nyata interaksi yang Saudara tunjukkan dalam peningkatan kualitas kegiatan mahasiswa dan manfaat kegiatan baik bagi mahasiswa institusi Saudara, maupun pihak lain yang terlibat.

Deskripsi:

Interaksi dengan mahasiswa:

……………………………………………………………………………………………………..

Manfaat kegiatan:

………………………………………………………………………………………………………

Ternyata semua ditanya yaaaa… yang jadi titik point adalah:😉

1. Bagaimana sistem pengajaran kita

2. Peran  kita dalam dunia riset dan manfaatnya

3. Peran Kita terhadap institusi sebagai home base kita , jadi jangan pernah dosen menolak suatu jabatan , karena dari sanalah kita mampu mengetahui peran kita dalam institusi , mampu mengembangkannya dengan baik, dan menjadikan sentuhan tangan kita benar benar berdampak terhadap kemajuan institusi kita.

4. Peran kita terhadap perkembangan mahasiswa… mengikuti kegiatan UKM kemahasiswaan ternyata berdampak terhadap pengembangan kita sebagai dosen.

Jadiii …. menjadi dosen tidak hanya duduk di meja, menyiapkan bahan kuliah, mengajar,merekap nilai sajaa., banyak peran yang bisa diberikan dalam mengembangkan isntitusi dan kualitas anak didiknya..

Akhir kata saya bilang… Ohhhhhhhh begituu ya jadi dosen…:mrgreen:

Mencoba memperbaharui dari ilmu yang saya dapat hari ini, mengikuti serdos banyak berdampak terhadap perubahan pola pikir saya, apapun hasilnya nanti serdos ini, saya siap untuk terus memperbaiki diri, dan menjadikan saya memiliki kemampuan di keempat kompetensi diatas.

Bismilahhh… Niat yang baik, pasti hasilnya baik kann…???..😎