Masuk sebagai dosen yang dinyatakan eligible dalam sertifikasi dosen… After 12 tahun mengajar, sepertinya telatttt banget, mengingatttt… Masih sulitnya mengelola administrasi yang baik di kampus ini, but at least dari hal ini, jadi belajar banyak bangaimana mengarahkan petugas admin, sehingga bisa membantu teman teman lain, sehingga memudahkan proses serdos merek kelak.

Salah satunya… YA, melalui tulisan ini…

Kita mulai dari hulu ke hilir yaaa..

Berikut beberapa Persyaratan Mengajukan Sertifikasi Dosen antara lain adalah :

1. Dosen Tetap : Dosen PNS Dpk pada PTS atau Dosen Tetap Yayasan (bukan PNS Departemen baik Depdiknas maupun Non Depdiknas);

2. Memiliki Nomor Induk Regitrasi Dosen Nasional (NIDN);

3. Dosen yang telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 2 tahun di PTS dimana ia bekerja sebagai Dosen PNS DPK /Dosen Tetap Yayasan;

4.Memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya Lektor;

5. Memilki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya lulus S2, dibuktikan dengan Ijazah yang sudah dilegalisir oleh pihak yang berwenang (asli/cap basah);

6.Melaksanakan Tridharma perguruan tinggi dengan beban kerja paling sedikit 12 SKS pada setiap semester di PTS dimana ia bekerja sebagai Dosen PNS DPK /Dosen Tetap Yayasan;

7. PTS pengusul serdos harus memperhatikan rasio dosen:mahasiswa untuk bidang IPA 1:20 (toleransi s/d 1:30) dan bidang IPS 1:30 (toleransi s/d 1:45).

8. Dosen yang belum memiliki kualifikasi akademik magister (S2)/ setara dapat mengikuti sertifikasi apabila: Mencapai usia 60 tahun dan mempunyai pengalaman masa kerja 30 tahun sebagai dosen, atau mempunyai jabatan akademik Lektor Kepala dengan golongan IV/c (Dosen PNS Dpk).

Memiliki kriteria butir 1 dan 5 diatas.

Jadi syarat utama untuk teman teman yang baru menjadi dosen adalah…

1. Segerakan mendapatkan gelar s2 nya.

2. Mendaftarkan anda untuk mendapatkan NIDN

3. Mengurus jabatan fungsional

4. Mengurus SK inpassing

5. Minimal mengajar selama 2 tahun, untuk bisa masuk kedalam kelas eligible.

Buat kami di PTS, sistem pengelolaan diatas seperti pengurusan NIDN dan JFA, masih dirasa cukup lambat, mengingat beban kerja dosen yang super, sehingga kesulitan untuk memulai pengurusan dan kendala tidak adanya pengelola admin khusus, membuat beberapa dosen kewalahan ketika harus menyusun semua ini. Apalagi mengumpulkan surat surat dokumentasi… Terasa ribet dan super ribet.

Padahal tuh, JFA dan serdos memiliki dampak penting buat penambahan nilai AKREDITASI suatu Prodi.

JADI…. Memang harus dikelola dengan baik, sehingga dosen dapat dibantu dan merasa dibantu oleh pengelola suatu perguruan tinggi.

Next, my target as WK 1… Menyusun rencana kerja bagaimana pengelolaan yang baik untuk kemajuan dosen maupun institusi terkait pengakuan akan kompetensi dosennya.

Saya pun sama, mengurus JFA ketika ingin kuliah S3, alhamdulilahh dapat…. Setelah mengajar di STFB 7 tahun, hehehe…. Telatnya kannn…..

Mengurus SK inpassing pun, karena ada desakan kopertis untuk mengurus, dan akhirnya dapatttt dech…. GOL 3B.

Intinya kalau dengan keadaan terpaksa, JADI ya mau GA Mau yaaa harus ngurus lhooooo…..

Baiknya sih ga terpaksa, tapi menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas seorang dosen, mengerjakan dan melapor apa yang sudah dikerjakan. Pada akhirnya, mengikuti aturan berdampak kepada institusi tempat kita mengajar dan juga diri kita sebagai dosen.

Okee, next story

After dinyatakan valid oleh DIKTI, melalu link forlap.dikti.go.id, maka…. Mulailah tahap pertama pelaksanaan sertifikasi dosen. Ini adalah kali pertama pelaksanaan sertifikasi dosen, dimana harus mengikuti serangkaian ujian , yaitu TOEFL dan TPA.

Mulai tahun 2013, pemerintah menambahkan syarat untuk portofolio dosen, setidaknya perlu upaya khusus atau ekstra kerja keras. Tiga syarat tambahan dalam syarat sertifikasi dosen 2013 :

(1) Dokumen/sertifikat kemampuan berbahasa Inggris,

(2) Dokumen/sertifikat hasil tes potensi akademik (TPA), dan

(3) Karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah/nasional/international.

Ketika pengumuman itu muncul…. , yaitu:

1. Harus melampirkan hasil ujian TOEFL dan TPA

2. Harus sudah memiliki jurnal atau pernah melakukan publikasi ilmiah…

, dikira , kami harus melakukan di ujian di tempat yang diakui oleh pihak DIKTI. Ternyata????

Yup, kami harus mengikuti UJIAN TOEFL dan TPA yang dilakukan dikti secara serentak dalam kurun waktu tertentu di beberapa lab bahasa perguruan tinggi, dan diadakan secara ONLINE. PERTANYAANNYA,ONLINE YA?

OK, ONLINE yaaaaa…. Jadi mengerjakannya harus mengggunakan komputer yang terkoneksi dengan internet.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Untuk bisa ikut UJIAN ONLINE ini, kita harus mendaftar mengikuti ujian. Caranya masuk ke link pti.dikti.go.id. Untuk masuk memerlukan username NIDN kita dan password yang harus diminta ke pihak KOPERTIS.

2. Untuk daftar… Perempuan menyiapkan foto berlatar warna biru dan diupload, untuk laki laki menyiapkan foto berwarna merah dan diupload dalam formulir yang disediakan.

3. Setelah diisi….dicetak formulir pendaftarannya.

4. Kemudian every day, melihat waktu ujian TOEFL dan TPA nya… Dilihat secara online.

5. Jangan pernah lupa username dan password yaa…biar ga pusing saja, ya foto saja simpan di hp, atau yaaa, masukkin ke contact hp kita… Dijamin ga lupa, soalnya akun ini akan menjadi akun kita untuk bisa mengikuti ujian TOEFL dan TPA online.

Saat pelaksanaan tiba….

Ehmmm… Begitu banyak simpang siur, seperti koneksi internet di beberapa tempat pelaksanaan ujian sangat lambat, akhirnya beberapa dosen harus mengulang kembali ujiannya… Ohh yaa???

Kemudian…. Harusnya jadwal ujian jam 12.30, diundur hingga 14.20.. Karena… Yaaaa koneksi internet yang sangat lambat sehingga mengganggu proses ujian sesi sebelumnya.

Pertanyaannya???

Kokk begini amat ya DIKTI???…..

Hehehe… Ya itulah, sangat memahami dech gejala ini, wajar donk sampai internetnya ngehank… INDONESIA gituh, mungkin jaringan internetnya belum begitu hebat, atau yaaa… Tempat pelaksanaan ujiannya belum memadai dari infrastruktur hardware dan softwarenya..

BUT, anyway….. Aprecciated dech ama DIKTI, merubah performance proses sertifikasi dengan dukungan teknologi, sehingga dapat meminimalkan terjadinya kecurangan2 yang dilakukan oleh dosen.

Ehh, emang ada ya , dosen yang curang??

Jawabanyya adaaaaa donk….

Nih buktinya.. ” Pada tahun 2012-2013 saja sudah tercatat sedikitnya 400 perguruan tinggi swasta yang ketahuan tidak jujur dari jumlah total 3.000 perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia. Bentuk sanksi yang diberikan pemerintah selama ini antara lain pemblokiran proses sertifikasi dosen hingga penghentian beasiswa. Dari 400 PTS itu, setidaknya 76 PTS sudah mengakui kesalahan dan memperbaiki diri dengan memecat dosen-dosen yang tidak jujur”

Sumber : See more at: http://kantorberitapendidikan.net/sertifikasi-dosen-di-400-perguruan-tinggi-diwarnai-kecurangan/#sthash.MO2xLqSY.dpuf

Waduhhh… DOSEN kok curang, DOSEN adalah sang pendidik mhs dimana mhs masih membutuhkan panutan… , duhhhh ,jangan sampai deh kita melakukan hal tercela tersebut. ..

Okee… Kembali ke storyku..

Akhirnya tgl 14 Okt lalu, saya ikut ujian TOEFL dan TPA di kampus ITB, berharap … Tidak ada pemunduran waktu, dan internet berjalan baik…, butttt, hehehe…. Yaaa, akhirnya waktu ujian delay 2 jam .

But again, internetnya ga ada masalah dan akhirnya selesai juga, so i said… ALHAMDULILAH, bisa melewati hari ini.. Dengan skor TPA 56,67, dan TOEFL 67…

Inilah standar nilai yang harus dipenuhi,

20131015-144109.jpg

Dan , hasilku… YA memenuhi syarat untuk mendapatkan nilai angka 4.

Mengapa harus 4, silahkan lihat aturan main sertifikasi dosen di BUKU 2 Sertifikasi Dosen 2013.

Next….. Saatnya penyerahan akun portofolio dan menyusun portofolio.

Mareeeee…..
This is just story….

Pagi hari, sudah berada di kopertis wilayah 4. Dan bertemu dengan para dosen lain.
Meributkan banyak hal lain:
1. Sebagian ga dapat informasi,tidak tahu kapan melakukan ujian TPA dan TOEFL…ehmm bisa yaaa, mungkin akses internet tidak dijadikan habit untuk terus updated. Jadi sebagian orang menyalahkan DIKTI, mengapa tidak ada info info.
2. Berbagai keluhan bermunculan, dan masing masing melontarkan alasan alasannya, mengapa telat, dll… jadi berpikir, inikah potret dosen di indonesia, tidak mengakui apa yang menjadi masalah keterlambatannya…. intinya, tidak aware terhadap apapun yang sudah di launch oleh dikti.
Sekuat apapun dikti melakukan transformasi perubahan manajemen dengan pemanfaatan it…ternyata terhalang dengan berbagai faktor… so sad.
3. Tanggapan kinerja dikti menjadi masalah, apalagi menyalahkan intitusinya sendiri mengapa bagian admin tidak memberikan info….ehmmmm, yang ini benar ga ya???….admin kampus disalahkan, padahal…admin itu kerjaannya ga hanya satu lhooo..ga mengurus satu bidang.
4. Mempermasalahkan program baru Dikti dengan serdos 2013, mengapa sampai ujian online, dl…padahal jika dikaji hal ini dilakukan semata mata untuk memudahkan dan penyamaarataan proses memperoleh nilai TOEFL dan TPA, dengan jaminan keabsahan yang jelas dan pasti benar….

Akhirnya, sih saya balik mengaca…..jangan sampai teman teman dosen yang menjadi team saya, menjadi KUDET, dan harus terus dipaparkan keupdate-an mengggunakan sistem teknologi informasi.

Yup…jadi dosen adalah sukarela, dan harus mau terus berkembang, mengikuti perkembangan dunia, jika kita ingin menghasilkan lulusan mahasiswa berkualitas dunia.