Kerjasama….

team work….

Itulah jawaban dari semua yang  saya simpulkan  dalam beberapa bulan ini…. 

Karena saya yakin  … … kesendirian apapun bentuknya cenderung bermakna menghasilkan suatu kelemahan, ketidakmampuan, keterasingan dan bahkan membawa kehancuran.

Dan yang saya yakini pula…setiap individu pasti memiliki sisi lemah dan sisi kuatnya.

Terkadang  kita mempersoalkan kelemahan orang lain dan terlalu sombong dengan kekuatan diri, hal ini akan berdampak rusaknya hati nurani.. beserta moral seseorang. Kesombongan bisa dengan sangat mudah mengikis kekuatan diri menjadi kelemahan yang terdalam.

Jadiiiii… pada intinya.. kesendirian bukanlah yang baik. Bekerja secara kelompok, bekerjasama, atau istilahnya team work, adalah yang terbaik untuk tetap mendapatkan hasil yang maksimal. 

Pertanyaa pertama saya… “mengapa orang suka menyendiri, dan merasa tidak membutuhkan teman dalam bekerjasama

kemungkinannya adalah…

  • Mungkin memang orang itu penyendiri, seperti kuncen di pemakaman… senengnya hanya berhadapan dengan batu nisan…
  • Yang bersangkutan memiliki kekuatan super biasa dalam mengendalikan semua permasalahan
  • Malu  untuk diketahui jikalau memiliki kelemahan
  • Gengsi jika harus minta tolong
  • Menganggap orang lain tidak sehebat dirinya alias… ” I am the best”

Sekarang kita tahu beberapa kemungkinan alasan  mengapa ada orang penyendiri, maka untuk  memulai bekerja sama dengan team work… yang harus dihindari, tentu sesuai dengan alasan diatas yaitu:

  • Gaulll donk yaaaa, jangan kaya kuncen. Di dunia ini kan kita ga berhadapan ama  batu nisan, masih banyak mahkluk indah untuk dipandang, enak untuk didengar suaranya, dan bisa lhooo diajak sharing. 
  • Selalu ingat tidak ada orang yang sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik sang pencipta. Sooo, setiap orang akan memiliki kelemahan. Toh buktinya superman aja bisa mati hanya dengan batu crypton…
  • Sekali lagi.. setiap orang memiliki kelemahan kan… jadiii ya ga usah malu. Justru kelemahan kita yang menjadi sumber kekuatan kita. Contoh yang saya ambil dari sebuah tulisan..

Kelemahan Sebagai Sumber Kekuatan

 Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak. Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walaupun melewati perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan utuh
merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugas dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaanya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya ia dapat berikan.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata
kepada si tukang air, “Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya” “mengapa?” tanya si tukang air,”mengapa kamu merasa malu ?””Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuat mu rugi.”

Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab,” Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.” Tuhan sanggup memakai kelemahan kita untuk maksud yang indah.

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali merasa sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan kembali tempayan retak itu meminta maaf kepada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu ? tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu ?” Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini, aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk dapat menghias meja majikan kita. Tanpa adanya kamu , majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

Inilah yang saya pahami :

Setiap orang memiliki cacat dan kelemahan sendiri. Kita semua adalah tempayan retak, namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk maksud tertentu. Dimata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma, Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan.

Ketahuilah dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita” 

  • Jangan pernah gengsi atau malu saat meminta tolong. Dengan kalimat yang sama … tidak akan pernah kita menemukan kesempurnaan, oleh karena itu meminta tolong bukanlah hal yang salah… Hanya sebaik- baiknya untuk  meminta tolong adalah dengan bahasa dan kalimat yang baik, bukan karena kita memiliki posisi lebih tinggi dan berhak memberikan perintah semena-mena.. namun atas dasar kita yang membutuhkan pertolongan, dan atas pertolongan mereka , kita akhirnya masih bisa memiliki kekuatan. 
  • Pernyataan “I am the best”… yang terucap maupun yang tak terucap adalah hal yang  sangat mudah dapat mengoyak kebersihan hati. Sedangkan kebersihan hati… dengan istilah ‘POSITIVE THINKING” adalah hal paling penting dalam menjalin kerjasama. Dan “POSITIVE THINKING” besar peranannya dalam memberikan iklim positif… iklim yang nyaman.. nyaman di dalam lingkungan team work.

Jadi….

Kalau kita berkeinginan membangun sesuatu menjadi lebih baik, ini nih kuncinya..

KERJASAMA TEAM

Kerjasama tim (Team Work) merupakan sarana yang ampuh bagi kegiatan apapun, jelas bahwa keberhasilan membina sebuah tim kerja dalam perusahaan merupakan titik kritis yang akan menentukan keberhasilan perusahaan.

Kerjasama dilakukan atas dasar tujuan yang sama yang hendak dicapai, sehingga kerjasama berbeda dengan ‘sama-sama kerja’ yang tidak mempunyai tujuan bersama.

Keuntungan yang dapat diperoleh dari bekerjasama
Beberapa keuntungan yang dapat dipetik dari kerjasama antara lain :

  • memperingan tugas yang harus dipikul oleh masing-masing pihak;
  • menghemat tenaga, pikiran dan dana yang biasanya sangat terbatas dalam setiap kegiatan;
  • dengan dana, tenaga, pikiran yang tersedia, dapat menghasilkan lebih banyak;
  • lebih memberi kemungkinan pada seluruh pihak untuk mengembangkan kemampuan dalam rangka menuju terbangunnya kemanusiaannya.

Beberapa hal yang dapat mendukung terjalinnya kerjasama

Agar terjalin kerjasama yang mantap dalam suatu kelompok dari masing-masing anggota, sehingga mampu memecahkan masalah yang sedang dihadapi, perlu diperhatikan beberapa hal yang dapat mendukung, antara lain :

  • Masing-masing pihak yang akan kerjasama harus mengerti dan memahami akan masalah yang dihadapi.
  •  Masing-masing pihak yang bekerjasama perlu berkomunikasi.
  • Masing-masing pihak harus sadar dan mengakui kemampuan masing-masing.
  • Pihak yang bekerjasama perlu peka terhadap pihak lain dalam arti mengerti kesulitan dan kelemahan orang lain.
  • Meskipun semua pihak harus memberi sesuai dengan kemampuan, tetapi agar semuanya itu dapat berdaya hasil dan berhasil guna, perlu ada pengaturan, yaitu koordinasi yang mantap.
  • Keterbukaan
  • Melibatkan orang lain

Selain hal diatas , ada beberapa hal yang dapat mengganggu kerjasama, dan sebaiknya harus dihindari sikap sikap seperti ini..

  • Ada pihak yang selalu bersikap menyerahkan pekerjaan kepada orang lain dan tidak bersedia bertanggung-jawab
  • Ada pihak yang bersedia menampung semua pekerjaan meskipun jelas tidak mampu mengerjakannya.
  • Tidak bersedia memberikan sebagian dari kemampuannya untuk membantu pihak lain. Dalam pengertian, ini termasuk tidak bersedia menyerahkan sebagian dari wewenangnya kepada pihak lain.
  • Lekas puas dengan hasil pekerjaannya sendiri, sehingga tidak memperlihatkan dan tidak menaruh perhatian pada pihak yang masih bekerja.
  • Hanya bersedia memberikan sesuatu yang dirasa tidak lagi diperlukan dirinya, sehingga memberi tidak sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan oleh pihak lain.
  • Tidak bersedia memberi bantuan sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi, hanya terus tekun dengan pekerjaannya sendiri.
  • Menutup diri, dan tidak mengundang pihak lain yang dapat memberi bantuan, misal selain berusaha mengerjakan sesuatu dengan sempurna sehingga sulit pihak lain dapat membantu.
  • Tidak bersedia berkorban, misalnya membongkar atau merubah kegiatan yang sudah direncanakan, demi mencapai kerjasama dan hasil kegiatan yang lebih baik.
  • Bersikap maha tahu, sehingga menutup diri untuk minta pendapat dan bantuan pihak lain.
  • Tidak percaya kemampuan pihak lain sehingga tidak bersedia minta bantuan atau pendapat kepadanya.

Dari tulisan di atas… kita akhirnya tahu, hanya dengan team work kita bisa mencapai goal/tujuan yang kita harapkan. Jadi budayakanlah kerjasama bukan kesendirian.

Menjalankan kerjasama akan sangat mudah dijalani jikalau setiap orang memiliki komitmen yang sama untuk mencapai tujuan yang diharapkan. 

Kalau saya bisa singkat..

Yakini anda tidak akan bisa  sendiri – buatlah komitmen – bahu membahu – jadikan team work yang handal – tercapai tujuan – Income akan meningkat. 

sooo.. come on, be a good team work… from us ..     by us….at the end … all is for us.