Sebetulnya, mendapatkan kesempatan menginjak India.. sepertinya dreams comes true buat saya ….Mengapa??

Dari sejak saya masih dikandungan, sang ibu senang banget nonton film India, kemudian sejak kecil, bapak sayapun seneng banget ngajak anak -anaknya nonton film India (alasannya.. murmer .. heheh), dan hingga saya kuliahpun saya sangat suka film India sampai nangis bombay..Yang menarik adalah  lagunya.. atau istilahnya sedih, marah seneng tetap nyanyi, dan jujur tariannya sangat menarik..  Hehehe.. Jadi dari  sejak saya masih di kandungan, pengen banget lihat dan merasakan hidup di negara ini. Dan karena program sandwich inilah..kesempatan ini datang ke saya…

Tak terasa tepat tgl 29 Oktober kemaren, genap 3 bulan  sudah saya  menapaki negeri taj mahal ini atau bisa saya sebut negerinya sapi gemuk…banyak suka duka yg saya  alami, shock culture banget (seperti melakukan pooja pada saat akan menggunakan alat baru di Lab, dan berbagai pooja yang lain, banyaknya rapat politik di tengah keramaian, banyak festival keagamaan, prosesi pernikahan yang mengagetkan), dan juga banyak hal yang bisa saya anggap berbeda  jauh dengan Indonesia.

Ada banyak hal yang bisa saya  pelajari, dan beberapa hal positif ini akan saya coba terapkan dalam kegiatan mengajar mahasiswa-mahasiswa saya. Terutama sistem belajar mengajar cukup interaktif dan dinamis, karena para scientist  disini sangat menghargai pendapat anak didiknya,dan yang paling penting, mereka  disini bukanlah sosok hirarki yg gila hormat dan ditakuti, tp scientist  disini benar2 open minded dan terbuka untuk kritik dan saran (yang mereka open minded adalah mengenai ilmunya, jangan sesekali mengusik budaya dan tradisi mereka,,, itu mah absolut, terbaik versi mereka).  Bertemu, berbincang, dan minum teh bersama dengan mereka disini bukanlah hal yg istimewa,bukan ekslusif. Saya menanggap para mentor scientist disini adalah dosen saya… jadi saya bisa meniru bagaimana mereka memberlakukan anak didiknya. Begitu pula gaya kepemimpinan Institusi research ini.. sangat open minded, tidak diktator, dan sangat loyal dengan apa yang menjadi kewajibannya. Sehingga saya bisa bilang motto mereka adalah ….

Do  what you have to do, and then, you will got your rights….dan ini sesuai dengan ajaran agama mereka , yang sangat mereka banggakan.

Ada beberapa titik point yang bisa saya terapkan di tempat saya mengajar….

  1. Be open minded lecture… penting untuk selalu terbuka .. tidak tertutup, mau menerima kritik saran dari mahasiswa, teman, bawahan  karena penting untuk mengembangkan kemampuan diri.. Intinya, diri sendiri kadang lupa kalau kita memiliki kekurangan atau kesalahan, so biarlah orang lain yang menilai..
  2. Be open minded, dan ask your student to critism…karena mahasiswa yang critis, akan menghasilkan pemikir pemikir yang ulung.
  3. We are the same…  Tidak ada istilah Kita lebih tinggi dari jenjang pendidikan, uang, posisi atau jabatan… tapi semua dilalui dengan kesamaan visi, bahwa menjadi dosen adalah pengajar.. jadi ajarkanlah yang baik. Membangun citra pendidikan yang lebih enjoylable.. membuat kenyamanan juga buat semua mahasiswa berada di kampus untuk mengenyam pendidikan, sehingga akan memudahkan untuk transfer ilmu.
  4. Don”t ask to much… ini nih yang terasa banget di Lab ini… mereka akan menggunakan semua fasilitas yang mereka miliki, tanpa meminta lebih.. dan melakukan semua kegiatan lab, riset dan mampu menghasilkan puluhan publikasi internasional. Jadi saya simpulkan… kesederhanaan mereka bisa lho menghasilkan output yang amazing. Plus disini lebih penting isi daripada polesan di luar… artinya fasilitas lab disini tidaklah wowww, tapi lihat donk isinya, apa yang sudah mereka hasilkan dari kondisi lab disini..itu yang wowww.
  5. Love your job… disini hampir semua orang menikmati pekerjaannya, dan saya sempet melakukan wawancara singkat disini, di level terendah, hanya sebagai petugas cuci botol, mereka sangat enjoy sekali dengan kerjaannya…. dan menikmati setiap tahapan proses pencucian botol. Kagumm.. jadi bisa saya ambil.. jikalau kita mencintai pekerjaan kita, hasil kerja juga akan maksimal pastinya.
  6. Learning and sharing… di lab ini ada journal club , mereka memiliki waktu yang disiapkan dalam 2 minggu sekali untuk membaca jurnal dan mensharenya dengan para staff lain… hal ini bisa dijadikan acuan untuk mendapatkan metode uji yang baru atau metode uji yang lebih akurat, tepat dan cepat, atau menyempurnakan metode uji yang ada. Menganilsa jurnal.. ternyata asyik, apalagi jika kita bisa mensharenya… sehingga pikiran jauh lebih terbuka akan kemajuan-kemajuan di bidang research.
  7. Keep Humble... kalau di bahasa kita jangan SOMBONG, soalnya saya yakin masih banyak orang yang lebih pintar dan sukses dibanding kita…selalu ingat motto semakin berisi butir padi, dia semakin merunduk… artinya.. semakin banyak ilmu  yang diketahui seseorang di lembaga ini .. (sampai menduduki peringkat scientist tertinggi), mereka selalu mengajak untuk bertukar pendapat sebelum memutuskan hal-hal penting..
  8. Procedure kerja yang jelas. … ini nih yang patut diacungin jempol.. prosedur, rincian kerja yang jelas menjadikan setiap tahapan kerja dilakukan dengan maksimal. Menyusun prosedur kerja dimulai dari hulu hingga ke hilir yang saling transparan dan saling mendukung. Setiap orang memiliki tugasnya masing masing dan tidak tumpang tindih, disesuaikan dengan kemampuan dan kapabiltas yang dimiliki setiap orang.

Jadi apa yang akan saya mulai? 

Pertama.. mengubah mindset saya sebagai dosen.. SAYA adalah  seorang pengajar.. jadi ajarkanlah yang harus mereka terima dengan sungguh2,  Keep learning untuk bisa memberikan keterbaruan untuk student saya… dan terakhir.. keep sharing!!, karena ilmu yang kita miliki sekarang bukanlah milik kita , tapi milik banyak orang, dan harus bermanfaat.

Kedua.. saya juga seorang karyawan.. yang sangat ingin saya lakukan adalah memajukan tempat saya bekerja, karena saya mencintai pekerjaan saya.. jadi saya  ubah budaya kerja dulu sendiri saja, dan tetap berusaha mendorong ke arah perbaikan dengan membantu dalam pengembangan program akademik yang sesuai dengan apa yang kita miliki.

Ketiga... be researcher!!! karena hasil riset kita bisa sangat bermanfaat untuk generasi kita. Dijamin.. dan yakin dech.

Beberapa hal diatas, adalah beberapa hal yang bisa saya ubah di diri saya.. dan semoga tetap konsisten.

Sebagai informasi, mengenai Negara India , saya sangat yakin negara ini sangat konsisten untuk memajukan rakyatnya, melalui satu Kunci yaitu pendidikan…

Jadi akan menjadi apakah India nanti, dengan memposisikan pendidikan sebagai no 1??? …

Untuk mengetahui  MASA depan sebuah negara atau bangsa? Suram ataukah cerah? Lihatlah kondisi terkini pendidikannya. Masa depan sebuah bangsa bisa diintip dari “lubang kunci” pendidikannya. Ini bukan sekedar bahsa belaka. Mari kita lihat buktinya. Konon, Cina dan India akan menjadi negara besar. Keduanya diprediksi, di masa depan akan menggantikan posisi yang kini diduduki Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Jika Cina dan India memang akan merajai masa depan dunia, apa bukti yang bisa memvalidkan hipotesis ini?

Jawabannya: pendidikan! Fakta tentang realitas pendidikan di kedua negara tersebut memberikan jaminan lebih pasti tentang prospek masa depannya. Jika sebuah negara memiliki basis pengelolaan pendidikan yang berkualitas, maka kemajuan dalam bidang  ekonomi, tekhnologi dan lain sebagainya, hanyalah efek dominonya. Pendidikan adalah bongkahan utamanya. Itulah sumber “mata air” kemajuan sebuah negara. Yang lain-lain hanyalah “sungai-sungai” saja, yang kemudian bermuara ke “laut” peradaban.

Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mempredikasikan bahwa pada ada akhir dekade ini, empat dari 10 lulusan universitas di dunia berasal dari Cina dan India (Kompas.com, 12 Juli 2012).  Jika prediksi ini benar, akan mengubah peta jumlah lulusan universitas di dunia. Menurut Organisasi itu, pada tahun 2020, jumlah lulusan perguruan tinggi Asia akan melebihi lulusan perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Eropa Barat.

Pendidikan memvalidasi hipotesa bahwa Cina dan India akan menjadi negara terdepan dalam beberapa tahun nanti. Keduanya akan menjadi sentral kemajuan dunia: ekonomi, politik, tekhnologi dan informasi, ilmu pengetahuan, kebudayaan. Dan pendidikan merupakan kunci dari pencapaian itu. Kinerja ekonomi sebuah negara tercermin dari angka lulusan pendidikan tingginya.

Sejak beberapa dekade, Amerika Serika mendominasi rangking utama. Negara itu dikenal sebagai pemilik perguruan tinggi terbaik di dunia. Menurut catatan, sejak akhir Perang Dunia Kedua, perguruan di Amerika Serikat, Eropa Barat, Jepang, dan Rusia menjadi penyumbang terbesar jumlah total angka lulusan perguruan tinggi dunia. Kini, roda dunia mulai berbalik. Cina dan India semakin pesat meninggalkan Amerika Serikat dan Eropa. Dan pendidikan adalah aktor pemutar roda itu. Jika Cina dan India diperkirakan akan menggantikan posisi Amerika Serikat dan Eropa di masa mendatang, kini informasi itu bukan “gosip” lagi. Karena telah terkonfirmasi oleh “pusat data” pendidikan kedua negara itu.

Kemajuan Cina dan India tidak didapat secara instan. Semua itu hasil dari investasi mereka di dunia pendidikan. Mereka telah menanamnya berpuluh tahun yang lalu. Kini, pendidikan di kedua negara itu telah mempersembahkan “buahnya”: kemajuan.

Memang, siapa menanam pohon pendidikan, akan memanen buah kemajuan.

Ada sebuah cerita dari teman, yang juga sedang melakukan PhD di India,ada beberapa hal yang menarik dari ceritanya:

  1. Usia 22 tahun sudah masuk sebagai student S3.. amazing..
  2. Beliau menempuh kuliah S1 atau dikenal Bachelor , melalui pinjaman ke BANK, dan meminjam Uangnya atas nama pribadi tanpa jaminan apapun???Nah lhooo kok bisa yaaaa.. suerrr.. kaget banget mendangar pernyataan meminjam uang untuk kuliah s1 dari bank, dan lebih kagetnya lagi, beliau mengatakan, semua bank di India akan memberikan pinjaman ini dengan beberapa persayaratn akademik mhsnyabyang harus dipenuhi, plus kapan bayarnya??? Ini nihhh mantepnya… bayarnya saat lulus aja… oooohhhhh… besaran pembayaran perbulan ditentukan dari salary yang diperoleh oleh lulusan itu ketika mereka bekerja… SOOOOO, amazing kan, bagaimana pendidikan menjadi hal penting di negara ini, sehingga jika mereka tidak mampu secara finansial, selama mereka dinyatakan layak secara akademik.. mereka bisa mendapatkan biaya pendidikan hanya dengan meminjam ke bank.. bayarnya pun… setelah kita dapat kerja. Jaminan ke bank hanyalah sertifikat kelulusan ditahan di BANK…. disini ijazah bisa dijadikan agunan… kerennn kannn. TOP MARKOTOP.
  3. Banyaknya beasiswa yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat untuk bisa melanjutkan ke program S2 dan S3.. dengan besaran yang lumayan… biaya living cost untuk beasiswa s3, mereka bisa mendapatkan 23.000 ruppe… (kisaran 4,6 juta), dan jauhhhh lebih besar dari beasiswa yang diberikan oleh negaraku… jadi ga aneh kalau disini jumlah mahasiswa s2 dan s3 sangat banyak.. karena dukungan pemerintah sangat kuat.
  4. Subsidi yang diberikan pemerintah betul2 bermanfaat , mereka tidak menyiapkan umpan, tapi mereka menyiapkan kailnya…. seperti.. biaya transportasi ditekan semurah mungkin disini, dengan menggunakan produksi barang sendiri, meliputi kereta api, mobil angkutan umum, pesawat dan taxi. Plus juga untuk jalur komunikasi, mereka membangun teknologi komputer, telephone sendiri, tower telekomunisai. Industri bahan baku obat juga disini berkembang dengan pesat dan diakui lebih baik dari produksi china… sehingga subsidi diberikan ke akarnya… Salut saya. Contoh murahnya transportasi adalah… biaya naik kereta termahal hanya 12 ruppe (kisaran 2400 rupiah) untuk perjalanan hingga 100 km…. manteppp!! bagaimana mereka memaksimalkan dana yang ada.
  5. Dan terakhir subsidi untuk pendidikan, dan jangan heran jikalau kita kerja di LAB , penggunaan alat, bahan dll.. ALL IS FREE. ooohhh adem banget ya melakukan pendidikan disini. Dan jangan takut, kualita spendidikan disini diakui dunia.. cotohnya di bidang IT.. 2000 orang karywan microsoft adalah orang India..wowww kan.

 

Begitulah yang saya bisa amati dari Bagaimana negara ini membangun negaranya, berikut dengan sisi positif  yang dimiliki oeh negara ini, yang patut diacungi jempol.

Namanya juga cerita… selalu ada dua sisi.. sisi negatif dan postif.. seperti koin, jadi… inilah sisi yang lebih senag saya  bilang “memaklumi” India ini

Masyarakat india itu adalah masyarakat yg mengaku dirinya adalah HIGH Class, sehingga terkesan angkuh dan sedikit arogan ,alasannya?silahkan interpretasikan sendiri,ini contoh kasusnya: bila kita hendak pergi dan menawar auto (kendraan sejenis bajaj),dgn harga yg miring,dan tidak disepakati oleh si auto-driver,dia bisa saja berlalu dan memilih tanpa penumpang,daripada mencari jalan tengah(win-win fare).

Lain lagi kalo kita ingin membeli makanan contohnya chinese food atau lainnya,jika belum jamnya buka dan pembeli sudah datang,mereka dengan tanpa belas kasih mengatakan ‘five thirty madam (misalnya jam bukanya 5.30 sore)..Jadi dengan enak mereka akan mengatakan silahkan datang lagi. Dan jikalau ada sebuah restaurant.. menjual makanan nasi goreng, kita hanya minta “can you make sunny side egg? “.. dan jawabannya.. “no we can’t… ” yah begitulah, jadikalau bisa dikatakan ini restaurant saya, kalau ga suka ya gau sah kesini.. itulah tatapannya.

Kemudian ada satu keanehan lain disini… rata rata disini orang tidak akan memulai pembicaraan dengan orang baru, tatapannya sangat tidak nyaman, seperti menatap penuh curiga… ga akan pernah dech menemukan senyum ramah disini…

Selain hal diatas ada lagi beberapa hal yg harus anda maklumi ketika datang ke india,diantaranya, lingkungannya yg kotor,sapi dan kambing lalu lalang dijalanan,laki2 pipis sembarangan, dan hampir semua orang membuang ludahnya dimana mana, berikut jam kantor dimulai pukul 10 keatas.. Untuk lingkungan yang kotor, saya ambil kemiripan seperti pasar pasar tradisonal di Indo..namun ini hampir di seluruh tempat.

Terkadang banyak janji palsunya… pemikirannya sih terkadang sangat woww, tapi tidak dipenuhi janjinya.

Mereka juga senangnya ‘adu urat’,berantem mulut dah lazim dsini, tak terkecuali org2 berpendidikan, dan ini ga hanya antara lelaki, atau antar perempuan, disini laki laki dan perempuan bisa saling beradu mulut, dan di depan banyak orang..tp dsini jarang lho adu otot,mungkin mereka masih memegang pesan sang guru MAHATMA GANDHI, ‘no violence’..

Bagaimana dari  segi tata tertib lalu lintasnya?? aduhhh, suara klakson dimana2, membuat kepala pusing, deg2an,  mereka juga termasuk yg seenaknya saja lho, termasuk tidak menghormati pejalan kaki, mobil dan motor tetap dengankecepatannya walaupun ada pejalan kaki… so kita harus bener2 hati hati saat menyebrang.

Plus..NO HELMET..n selip sana-sini tuh dah pemandangan lumrah..

Bagaimana dengan proses pernikahan?? 

Nah ini nih yang menarik, kebanggaan mereka terhadap “arrangement married” , dan mengganggap “love married” adalah hal yang dianggap salah, tau dianggap haram kayanya…

Tapi kita lihat ini dari sisi seorang wanita modern yang saya temui… inilah tanggapannya tentang prosesi pernikahan di sini..

WOMAN buy husband… yup.. jadi disini, menjadi kebanggaan jika memilik anak laki laki, karena mereka kan mendapatkan uang dari pihak istrinya kelak, dan sangat stress jikalau harus memiliki anak wanita, karena mereka harus menyiapkan uang dalam jumlah banyak untuk prosesi hingaa pemberian Dhauri ke keluarga laki laki.

Sehingga, USG untuk mengetahui jenis kelamin janin, adalah ILEGAL!!!, karena dianggap membahayakan janin itu.. karena banyak cerita ketika mereka mengetahui mereka hamil anak perempuan, mereka akan menggugurkan kandungannya.

Jadi untuk menyelenggarakan pernikahan disini, pihak perempuan harus mengikuti aturan pihak lelaki, dan memberikan hingga lebih lebih dari 1 lakhs, kemudian sang wanita akan menjadi bagian keluarga lelaki seutuhnya dengan lingkungan yang mungkin bisa diterima si wanita atau tidak. Sedikit menakutkan membayangkan hal ini terjadi.. tapi itulah tradisi disini, yang saya yakin, akan bergeser seiring dengan kemajuan negara ini.. dan saya harap begitu..karena sangat kasian sekali pada anak anak perempuan disini.

Dan banyak teman perempuan disini yang akhirnya mereka berkata…lebih baik mereka tidak menikah daripada haus meninggalkannkedua orang tuanya dan membuat kedua orangtuanya bangkrut total… ya . begitulah, tradisi ternyata menyakiti begitu banyak pihak.

Semakin yakinlah saya terhadap sesuatu.. dimanapun kita berada , tidak akan pernah kita menemukan kesempurnaan, karena yang maha sempurna hanyalah Allah semata. Begitu pula dengan diri kita.. selalu seperti mata uang koin, selalu ada dua sisi. Sebaik baiknya sesuatu, pasti memiliki kekurangan… Jadi istilah memaklumi lebih tepat daripada istilah Keburukan… so inilah yang saya “maklumi” tentang India.