Sejarahnya awal muasal saya menemukan cara ini

Selalu saja menjadi bahan yang asyik untuk mengupas mengenai kesulitan seorang ibu yang bekerja untuk tetap ada disamping anak, membantunya belajar. Kesulitan utama.. tentunya kita memiliki waktu yang sangat sempit untuk mendampingi anak dalam belajar. Selain itu, kesulitan kedua adalah, pekerjaan kita yang terkadang menguras waktu hingga harus dibawa kerumah, terkadang menambah sempit waktu untuk mengurusi mereka,

Seorang ibu.. berperan ganda sebagai ibu, wanita karier, istri, sahabat dan teman untuk suami dan anak anak… duuhh kayanya kalu mikir ini, suerrr terkadang saya ingin menangis keras, dan berkata “ should I stop being working woman??

Tapi… untungnya saya punya hubby yang super cool, super keren, dia mempercayai saya 100% untuk bisa mengatur semuanya, dan sangat memiliki keyakinan pada istrinya ini, untuk bisa mengambil peran sebagai ibu, istri ,wanita  karier, dlll dech.

Terasa kepercayaan itu kok dirasa berat ya… tapi inilah istri.. rusuknya dari suaminya.. tugasnya adalah  mendampinginya, berada disampingnya… jadi ya harus bisa melakukan peran istri dengan baik, tanpa melibatkan suami jauh kedalam untuk urusan rumah tangga.

Jadi dengan  sangat jujur saya katakan, saya sangat sekali membutuhkan assisten di rumah untuk membantu mengerjakan sebagian tugas rumah tangga ditangannya.  Sangat diperlukan untuk bisa membantu menyelesaikan pekerjaan rumah seperti mencuci, mensetrika, membereskan rumah, hingga memasak. Sehingga waktu saya yang sempit di rumah, full untuk membantu anak-anak belajar, bermain,  jadi istrinya suami, jadi teman dan sahabat untuk anak-anak dan suami, plusss nih yang ga kalah penting.. “Me time” , yang buat saya penting, dimana saya butuh beberapa jam, untuk saya menikmati apa yang saya suka, seperti… bikin blog ini, hang out with friends dan salon donk. Porsi “me time ” ini harus sesuai dengan jumlah waktu yang kita siapkan untuk menjadi wanita karier, ibu dan istri.

Saya ga mau terlihat lesu di saat saya harus jadi ibu, disaat saya harus jadi istri.. wajah harus ceria, sehat dan bebassss.. (ya, minimal tidak memikirkan , masak apa ya.. atau baju kok kotor, rumah kok kotor?? .. hehehe)

Terkesan saya ibu yang free banget atau  malas ya.. tapi ini membuat suami saya suka.. “kamu terlihat muda terus” …. hehehe, iya lahhh ga pernah cape,,,plus cengengesan melulu…

Jadi saya sebagai istrinya sudah membuat suami bahagia, karena beliau melihat saya bahagia. 1 pahala untuk saya… yang selalu saya ingat untuk  resep utama bahagia seorang istri…..” ridho suamimulah yang memberikah berkah dan rahmatan Ilahi… ” .

Untuk kasus ini, tidak semua suami memiliki sikap ini , dan saya hanyalah istri yang beruntung memiliki suami yang memberikan support dan ridhonya kepada saya untuk tetap menjalankan peranan saya sebagai ibu, istri dan diijinkan untuk mencapai impian saya diluar fungsi saya sebagai istri dan ibu. Karena beliau setuju seorang ibupun bisa memiliki impian yang tinggi .. haknya seorang makhluk yang hidup. 

Tugas istri, membuat wibawa suaminya menjadi lebih tinggi, dan saya berpendapat biarlah pemikiran suami jauhhh kedepan, dan istri yang mensupportnya dimana hal-hal yang sifatnya tidak memerlukan bantuan beliau, lakukan sebisa mungkin oleh kita.

Wibawa suami bukanlah hanya didepan istri dan anak2nya.. tapi wibawa, jiwa kepemimpinannya haruslah muncul di lingkungannya di antara teman temannya , jadi istri sebaiknya mensupport sangat pilihan suaminya. semakin dia merasa percaya diri.. semakin bahagia hidup suami… so itulah peran istri sebagai rusuknya, membantu dia tegak berdiri… jangan jadikan rusuk  yang menentukan arah  suami, tapi istri membantu menopangnya hingga dia berdiri tegak. 

Jadi dari penjelasan history ini, membuat saya mencoba trial dan error bagaimana bisa menjadi ibu yang bekerja namun tetap berada bisa maksimal di samping anak, tanpa harus melupakan impian saya.

But… still we need help from our husband.. 

Disaat kita butuh bantuannya, saya selalu menekankan kepada  diri saya sendiri… jangan dulu meminta beliau melakukan sebelum beliau paham apa yang kita maksud..

Pusinggg dengan penjelasan ini?? 

saya ambil kasus ini…kasus menemani anak kita belajar …

Terkadang sulit sekali meminta suami untuk duduk manis membantu sang anak belajar?? Pernah kan dirasakan… pastinya pernah. Dan saya tidak pernah berkata… “pah temenin gih si A belajar”…. huuuhhh, kalau bahasanya gituh sih ga akan masuk ke alam pikirannya, mana dia paham pelajaran si A, pasti jawabanya.. ” itu kan tugasmu”.

Nah kalau dah jawaban kaya ginih, ini bukan salah suami kita, tapi ini salah istri menyampaikannya.  Tips saya adalah,disaat berdua, saya menceritakan sedikit mengenai pelajaran si A, apa yang sudah dipelajarinya, dan mengatakan,                              ” Pah,  si A  seneng kalau diteminin papahnya, terkadang Si A  lebih nyaman ketika papahnya disamping si A”.

Alhasil… ga usah diminta , dan ga usah disuruh… dengan sendirinya suaminya akan turun tangan.

Jadi tipsnya, kita ibunya pahami dulu pelajaran si anak, sharing kepada suami, dan berikan alasan tepat bahwa anak yang belajar didampingi sang ayah akan jauh lebih baik hasilnya daripada dengan mama.

Nah tips di atas jikalau kita memang sangat membutuhkan bantuan suami untuk mendampingi anak belajar, tapi kita bisa bikin banyak hal yang memudahkan anak belajar juga membantu suami saat mendampingi anak. Salah satunya adalah dengan membuat dan merangkum pelajarannya. Yang paling mudah dilakukan oleh saya dan biasanya memiliki umur yang jauh sekali dari expired, saya suka mengetik rangkuman, membuat soal sendiri dan membuat video, di sela sela waktu saya yang tidak saya pakai untuk me time… Disimpan dalam bentuk file, dan kapanpun bisa dibuka oleh anak kita dan suami tercinta. Terutama sekarang…. saya yang jauh disana… Untuk membuat semua, satu kuncinya adalah, pahami dulu apa yang dipelajari anak, dan pahami dulu kesulitan anak di bagian mana.

Jadi pertanyaan pertama, gimana kita paham pelajaran anak dan kesulitannya ?? 

Kita ga harus membaca semua pelajaran anak semua bab, tapi cukup garis besarnya saja. Kita kan udah sekolah lebih dulu dari mereka, jadi tinggal baca saja garis besarnya, dengan otomatis otak kita akan mengambil memori yang sudah pernah kita tahu sejak lama untuk direview ulang.

Kesulitannya anak bisa kita lihat dari buku tulis sehari hari disekolah, Kita amati bagian mana yang sering menjadi salah. Dan saya sudah belajar.. jika anak dimarahi, malah tidak akan baik ujungnya… (soalnya pernah nih), akhirnya.. saya bikin materi ajar khusus untuk materi yang dia tidak pahami.

Tidak harus mendadak pintar mengenai materi itu, di jaman serba internet ini, semua materi sekolah sangat mudah ditemukan di Internet.. Just As.. MR.GOOGLE… yup, tinggal liahat di segala bentuk , doc, pdf, ppt, video, dll.. simple.

Kapan bacanya kan ga ada waktu?? 

Nah ini kalau kita ga bisa atur dan manajemen waktu yang baik.. pasti kalimat ini yang keluar. Sebetulnya bisa. Cara mudah kita bisa mendownload buku gratis yang sudah dibuat baik oleh pemerintah melalui DIKNAS, untuk SD, SMP, SMA dan SMK, di link  Buku Sekolah elektronikDi download saja semuanya, sesuai dengan grade sekolah anak kita.

Caranya sangat mudah, hanya memerlukan satu kali sign up , dan sudah itu kita akan memiliki username.. ketika akan mendowload , link ini kan meminta username kita. Secara otomatis akan langsung terdownload.

Di buku buku yang dikeluarkan oleh BSE, rata rata sangat mudah dipahami, jadi kita bisa baca buku ini dengan mudah pula.. baca saja kesimpulan setiap bab, dan kembali diajarkan kepada anak kita.

Mengajar kepada anak, bukanlah dengan gaya guru, tapi dengan gaya Ibu. Disaat mereka bermain, disaat mereka bercanda kita selipkan materi-materi yang sudah kita baca sebelumnya. Sehingga bermain menjadi lebih asyik, jangan sampai si anak mengambil kesimpulan… “mamaku kerja, sekalinya di rumah, mintanya belajarrr aja” … lama kelamaan anak menjadi resisten..

Ini kasus yang saya alami.. yang akhirnya saya  mengajari anak saya dengan cara yang dia suka… karena saya mengalami hal dimana anak pernah resisten mendengar kata belajar, dengan pola saya mengajar seperti saya mengajar ke mahasiswa… hehehe… ya namanya juga learning,  saya adalah  ibu yang terus belajar

Bagaimana dengan saya yang di Luar negeri??

Ya ga habis akal sihh.. saya bikin video pembelajaran untuk kedua anak saya… minimal yang saya inginkan, anak-anak merasa ibunya ada saat mereka belajar, dan inilah video saya.. (beberapa sampel video yang saya buat khusus untuk mereka, kedua anak tercinta)

Kenapa di buat Video??

Kesukaan mereka melihat media TV, media You Tube, saya manfaatkan untuk menyerupai seperti yang biasa mereka lihat… semua info terlihat jelas , baik dari suara, wajah saya dan materi ajar.

Belajar Angka Untuk Adit .

Belajar Baca Abjad Adit

Latihan Soal IPA kelas 2 SD

Dan ini  contoh buku yang di download di BSE  Matematika Kelas 2 SD

Oke, sekian beberapa tips dari saya yang bisa membantu kita sebagai ibu bekerja untuk tetap terasa kehadirannya oleh anak anak.

Dan untuk para ibu rumah tangga yang ga kalah sibuknya, tetep bisa menggunakan tips ini, saya harap bisa bermanfaat.

Bentuk video di atas hanyalah cara  saya untuk memudahkan anak anak belajar, secara sang ibu  ribuan mil jaraknya, oleh karena itu tanpa mengurangi kehadiran ibunya, saya pikir caraini adalah  yang nyaman , dimana wajah dan suara saya terlihat, terdengar daripada sebuah file documen atau power point.

Pasti masih banyak tips yang lain yang mungkin ibu bekerja lain memiliki caranya tersendiri, itu adalah pilihan, yang penting tujuan kita sebagai ibu yang selalu disamping mereka , tetap akan ada , kapanpun juga. Setiap detik, menit, hari, minggu hingga tahun . Karena ini adalah  tugas kita untuk selalu  membantu anak anak dimasa  tumbuh kembangnya.

Hidup IBU…