Pertama kali mendengar kata luar negeri pasti yang terbayang adalah… “bisa ga Ya..” atau mungkin yang lebih banyak diucapan adalah.. “bagaimana caranya?? “

Jadi jawaban simple dari saya.. ” Bisa!!!” , dan Ini dia tipsnya…

Ketika kita memulai suatu research, yang terbayang di negara kita, negara tercinta Indonesia ini, masih sangat sedikit lembaga riset yang diakui oleh dunia. Walaupun ada, hanyalah sedikit dan terkadang selalu saja, terbentur dengan masalah klasik… “Tidak ada dana project” ,  sehingga mungkin banyak sekali project yang tidak jalan padahal sumber daya manusia dan alat sudah memadai kelas dunia. Dan jika ini terus berlanjut, mungkin negara kita hanyalah akan menjadi negara “me too” atau istilahnya “copy paste”.. atau bahasa mudahnya.. “lihat riset orang aja dech” … Ya semoga hal ini ga terjadi… dan ini bukan maksud tulisan ini, jadi kita alih topik.

Kenapa riset harus di luar negeri??

Jikalau memang risetnya bisa dilakukan di Indonesia, kenapa tidak.. ga harus keluar negeri. Jadi  ke luar negeri menjadi pilihan jikalau :

1. Memang di Indo tidak ada lembaga risetnya yang khusus sesuai dengan riset yang mau kita capai

2. Atau kita memang mau menggali banyak hal tentang lembaga riset tersebut, dalam istilahnya “merasakan iklim riset” di negeri lain, untuk menjadi lebih baik tentunya.

3. dan yaaa… paling enak, bisa jalan jalan keliling luar negeri plus nambah kolega yang spesialis di bidang yang kita dalami.

Trus Gimana Milih Tempat risetnya???

Memilih tempat riset sekali lagi disesuaikan dengan riset yang akan kita lakukan. Saya tidak akan membicarakan riset orang lain , cukup bahas riset saya . Riset saya mengenai tuberculosis sebagai  salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan jutaan orang meninggal, sehingga menjadi perhatian dunia, melalui lembaga WHO (World Health Organization).  Jadi yang paling gampang masuk link WHO, kemudian link saja dari WHO, nama nama lembaga riset yang dibawah atau yang bekerja sama dengan WHO..

Jumlahnya ratusan.. sangat banyak.. bagaimana memilihnya lagi??

Ok, saya tinggal di Indonesia , jadi saya mencari tempat riset yang sesuai dengan Indonesia, misalnya dari kasus Tuberculosisnya, saya mencari 10 besar negara yang masuk peringkat tertinggi untuk kasus TB. Dan terpilihlah.. umumnya negara negara berkembang.  Saya masuk link ke sepuluh negara besar tersebut (jangan khawatir, hampir semua memiliki fasilitas web tersendiri jikalau memang lembaga risetnya adalah lembaga dunia.), kemudian, carilah info sebanyak mungkin mengenai web tersebut, apakah memang sesuai dengan tujuan riset kita. Misalnya karena saya berkaitan dengan natural product, apakah ada dari kesepuluh yang saya pilih memiliki fasilitas untuk natural product dan bagaimana hasil publikasinya (ini penting untuk mengetahu bahwa hasil riset mereka sudah dipublish secara internasional, memastikan bahwa riset mereka diakui).

Kemudian terpilih beberapa, lanjut?

Selanjutnya , carilah nama nama pengurus lembaga riset tersebut dan cek nama profesor tersebut, di Jurnal cititation, baik di Pubmed maupun Scopus untuk hasil2 mereka yang sudah dipublikasi, atau lihat langsung di link Research Gate . kalau banyak publikasinya, maka semakin paham keilmuannya.

Dapat nama nama profesor atau scientist untuk riset kita, lalu??

Lalu kirim email ke mereka… dijamin jika riset kita sesuai dan searah dengan map riset mereka, tak lama kemudia email balasan akan datang, dan melakukan email berulang untuk memastikan tentang prosedur apa yang akan kita kerjakan nanti.

Jangan patah arang kalau ga dibalas emailnya… mungkin memang mereka memang sibuk. dan selama menunggu balasan email  kita bisa , mencari nama scientist yang lain yang ada dalam satu lembaga atau berbeda lembaga dan negara.. Pokoknya kirimin sebanyaknya-banyaknya, ke semua para scientist yang memang cocok dengan riset kita.

Contoh emailnya gimana??

ini contoh email saya ..

Dear
Director
………………….
My name is Yani Mulyani; I am a phd student of School of Pharmacy, Bandung Institute of Technology, the best and the largest technology institute in Indonesia.
Our Government will provide the scholarships for phd students in my country to do an internship abroad in college or research institution for a maximum of 4 (four) months through Sandwich-S3 scholarships Program aimed to gain international activities at colleges abroad or Foreign Affairs Research Institute
I have opened the website of ………, and I am very interested in what NITR have done and published in the research of tuberculosis  with some field of specialization was  screening lead compounds from plant extracts.
Regarding with one of the national missions of NITR which is to share knowledge, I have plan to improve my knowledge and skills with other DST methods based on standard operating procedure for laboratory mycobacterioloy.  NITR facilities library has large collection of books and scientific journals on different aspects of tuberculosis and other related subjects; it will be very helpful to finish my thesis and to make the papers for International Journal publication.
By accepting me as one of visiting students at the Tuberculosis Research Centre, Department of Bacteriology, would be very beneficial in the development of methods of DST in Indonesia. So, I hope I can discuss with principal investigator in order to improve the quality of my phd Thesis.  The period for the scholarship program is on August and December 2012, and the scholarships are provided for a maximum of four months. The scholarships are included tuition fee, living cost, book fee, meals, and roundtrip airfare.
I sincerely hope that the director of NITR  will reply this email  and thank you for reading this message.
 Sincerely yours,

Bentuk email bisa beragam, hanya intinya, jelaskan maksud kunjungan kita, dana yang  kita peroleh  berasal dari mana, dan lain lain yang dianggap perlu. Pertama kali membuat email, rasanya amazing, menulis dalam bahasa inggris, tentunya bukanlah hal mudah, tapi jangan patah  semangat, banyak contoh contoh yang bisa diambil di googling tinggal cari saja mana yang cocok.

 Email terbalas, langkah selanjutnya?

Umumnya ketika email sudah dibalas dan dirasa tema riset memenuhi persyaratan mereka, prof  akan meminta kita untuk mengirimi proposal penelitian yang akan kita lakukan, dalam bahasa inggris tentunya.

Gunakan format standar dalam penulisan proposal, ringkas dan jelas maksud dan tujuannya.

Selanjutnya akan mudah , email berulang jikalau masih ada pertanyaan dari profesor tersebut, selanjutnya, beliau akan mengirim LOA (Letter of acceptance) untuk kita sebagai salah satu persyaratan untuk  memenuhi dana scholarship atau dana dari institusi kita berasal.

Pertanyaan selanjutnya… kita pergi pakai dana dari mana?

Kayanya ini memang yang terpenting, dan saya simpan terakhir. Biar semangatnya ga pudar, kalau awal2 sudah ngomongin dana.

Dana ke luar negeri pasti besar, dan jikalau diambil dari tabungan kita… sangat disayangkan, mengingat begitu banyak dana yang tersedia dan tersebar untuk berbagai jenis riset.

jikalau anda dosen.. pastinya dananya banyak, mengingat DIKTI memiliki begitu banyak dana untuk beasiswa ke luar negeri, salah satunya beasiswa sandwich. dan masih banyak jenis beasiswa lain, yang bisa dilihat di link dikti.

Jika bukan dosen… umumnya yang melakukan riset adalah orang yang bekerja di lembaga riset, kemungkinan memiliki banyak MOU yang bisa kita manfaatkan untuk memperoleh dana riset.

Jika anda mahasiswa… anda bisa mencari dana research fellowship dari lembaga riset, dan dananya akan dicover oleh lembaga tersebut.

Selamat mencoba, dan diakhir tulisan… “sangat menyenangkan berada di negara yang memiliki iklim riset yang baik, semoga bekal ini bisa kita bawa dan mensharenya dengan teman teman di Indo, mejadikan negara yang tercinta ini memiliki kualitas riset dunia”