Ada sebuah link yang saya baca dengan judul Sebagian Alasan Kenapa Dokter Dokter Di Negara Maju “pelit” Kasih Obat ke Anak yg Sakit,

Tanggapan  saya setelah  membaca link ini, jelas setujuu banget,  asal sekali lagi harus  melihat dari berbagai kondisi, salah satunya ingat kondisi pasien tersebut. Dan bukan berarti batuk dan pilek berasal dan hanya disebabkan oleh virus, masih banyak mikroorganisme lain yang bisa menyebabkan batuk dan pilek. Bisa jadi bakteri sehingga tidak salah jika menggunakan antibiotik, walau pada umumnya penyebab utama adalah  virus.

Batuk dan pilek umumnya memang disebabkan oleh virus dan terkadang bisa sangat menurunkan daya tahan tubuh si anak, sehingga terkadang (ingat ya.. sesuai dengan kondisi) ya harus diberikan obat untuk membantu mempercepat penyembuhannya. Namun penggunaan antibiotika yang baik, haruslah berdasarkan etiologi cause bukan berdasarkan data empiris, hal ini berkaitan untuk mengurangi angka resistensi antibiotik.

Tetapi, daripada memakai obat, Jikalau ini menimpa pada anak kita yang  kita tahu sendiri, dia jarang sakit, misalnya kata link tersebut setahun hanya 2 atau 3 kali terserang sakit , ga usah dechhh kasih obat macam macam. Seaman amannya suatu senyawa kimia pada obat (karena memang harus amannnn banget , setelah melewati berbagai tahap yang panjang) , tetap saja memiliki efek samping (dan ini lagi tergantung respon pasiennya untuk keparahan efek sampingnya).

Ini adalah tips saya pribadi, sebagai seorang apoteker yang tidak suka makan obat, yang ga pernah setuju anaknya makan obat (saking banyaknya tau kalau obat itu efek sampingnya gedeu, apalagi kalau sampai digunakan ga rasional), punya anak-anak yang alhamdulilah sehat, plus hanya percaya pada ciptaanNya, dimana sang pencipta sudah membuat tubuh kita sempurna (selalu ada kesetimbangan dalam tubuh, jikalau ada yang salah dalam tubuh, maka respon tubuh yang lain akan bekerja untuk membereskannya.. dengan nama lain  imunitas) dan terakhir but not least , anak anak kami memiliki kedua orang tua yang sangat menyayanginya, jadi inilahh tips dan trik kami saat menghadapi anak anak kami sakit:

1. Jikalau anak panas atau pertanda dia sakit , akan terlihat dari matanya… Pasti kita sebagai seorang ibu tahu perubahan pada yang terjadi. Kalau ini terjadi pada anak saya, matanya akan menjadi sayu, dan tidak terlihat ceria, dan klik saja langsung ke hati. Saya yakin ibu2 yang lain pasti pernah mengalami istilah cliks ini… hanya dengan melihat mata anak.

2. Peganglah bagian telapak tangan, perut dan kepala.. kalau memang terjadi peningkatan suhu, berarti sedang terjadi peningkatan metabolisme anak, (jelas, metabolisme penting untuk membuat sistem imun bekerja, pertanda imun sedang aktif bekerja ) 

3. Ukur suhu anak anda… jika masih range dibawah 38 derajat (ini jikalau anak kita tidak memiliki resiko kejang, berarti teruskan tips ini, umumnya badan anak terasa lebih panas diatas 37 derajat), bukalah pakaian luar dan  dalamnya,  gunakan baju yang setipis mingkin, seperti  kaos singlet, upayakan bahwa suhu anak akan ternetralisasi dengan udara disekitar.

4.Ini yang saya dan suami lakukan. Suami akan mengganti bajunya dengan baju tipis (malah terkadang telanjang dada), dan dia memeluk sang anak, berharap terjadi proses transfer panas. Intinya mempercepat proses penurunan panas dengan transfer panas dengan memeluk erat si anak  , hasilnya akan berbeda dengan  hanya menempelkan sebuah lap basah di kepala atau di perut karena luas permukaannya lebih kecil dibandingkan dengan pelukan orang tuanya. Pastikan yang memeluk adalah orang tuanya, karena saya jamin perasaan aman dan tenang, juga perasaan sayang itu akan tertransfer ke diri anak kita, betapa mereka memiliki orang tua yang mengasihinya. Peluk erat, sambil diceritakan banyak cerita, juga menyatakan bahwa kita menyayanginya, dijamin anak tidak akan menangis, walupun badannya terasa sakit,  hingga sang anak tertidur. Dan tidurlah disamping anak kita, disaat dia terbangun, pastikan kita disampingnya, sekali lagi perasaan terlindungi akan jauh membuat anak menjadi lebih sehat.

5. Berilah minum sebanyak mungkin, untuk membuat proses aliran air dalam tubuh lebih cepat. Banyak masuk, maka banyak keluar juga, sehingga dengan sendirinya panasnya akan turun.

6. Dan yang terakhir keeseokan paginya, belilah sesuatu benda yang diinginkan anak kita dan belum dimilikinya (bukan barang mahal) , hanya sebagai bentuk kejutan. Hal ini adalah hal sepele yang membuat anak bahagia, kebahagiaan anak akan merangsang sel sel dalam tubuhnya untuk menghasilkan sistem imun lebih banyak. Usahakan sang ibu juga terlihat bahagia, membuat anak tertawa, dan bermain bersama.karena kita tahu, bahwa tertawa membuat orang sehat daripada orang yang selalu murung dan bersedih.

Itu adalah tips saya sebagai seorang ibu, seorang  apoteker ketika menghadapi anaknya sakit. alhamdulilah sejauh ini kalau dibilang berhasil, selalu berhasil mempercepat roses penyembuhannya.

Sekali lagi penggunaan obat harus benar2 wise, jikalau anak anda sakit, ketika anda datang ke dokter, maka tanyakan dan pastikan bahwa anak kita memang dalam keadaan sakit yang sifatnya umum, bukan penyakit khusus yang memerlukan treatment yang lebih lanjut, dan ketika membeli obat dari resep yang diberikan oleh dokter tersebut, usahakan membeli obat di apotek yang netral (yang terdapat apoteker, maksudnya tanyakan dulu yang tertera dalam resep, obat saja, apa kandungannya, apakah ada duplikasi dari obat ini, atau adakah interaksi antara satu obat satu dan obat lain), jangan pernah membeli obat tanpa anda memperoleh informasi mengenai obat yang terkandung dalam resep dengan utuh. Jika anda hanya dihadapkan dengan kasir, maka saran saya, kunjungilah apotek yang ada apotekernya, sehingga anda mendapatkan haknya sebagai konsumen untuk memperoleh informasi obat.

Dan informasi obat bukanlah hanya bagaimana menggunakan obatnya saja, tapi kandungan tiap obat dan hal lain yang berkaitan dengan obat adalah hak kita sebagai pasien, so ask the pharmacist… adalah cara terbaik memperoleh jawaban mengenai informasi obat.

Untuk menghindari terjadi infeksi pada siapapun, WHO _UNICEF sudah melakukan kampanye sederhana , yaitu dengan hygiene tangan, yang artinya adalah menjaga kebersihan tangan dari segala jenis kuman penyebab infeksi dengan cara mencuci tangan dengan sabun atau alkohol.

Dengan hal mencuci tangan tadi, bisa sangat mengurangi angka kejadian penularan infeksi dari saru orang ke orang lain, dan juga mengurangi ketergantungan terhadap antiinfeksi.
Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan ???

Selain dengan mencuci tangan ada satu hal simpel lagi yang bisa dilakukan… seringlah  menjemur anak di bawah sinar matahi jam 7 – 9 pagi, biarkan sinar UV yang baik , yang membunuh virus dan bakteri lain yang mudah bermutasi.

Note: Oke kids… moms love you always, i hope both of you always healthy and happy…

#it’s me, as a moms that knowing to much about drugs, and try to makes my kids in good health and avoid drug, as much as i can do. If , finally we have to used drug to cured our disease, and make us more healthy, please start to ask your right as a consumer, and as a patient to getting all the information about the drugs. So , the used of  drugs will be rational