Gambar

My Result – SERDOS 2013

My Result - SERDOS 2013

Alhmdulilah… Akhirnya Lulus.
Thanks To all partner for spirit and help

Rasanya lega, namun bertambah peran dan tanggung jawab saya sebagai dosen pastinya. Semoga selalu bisa amanah menjalankan fungsi dan peran sebagai dosen, mampu menjadi panutan bagi mahasiswa yang saya ajar, mampu menjadi rekan kerja yang berguna untuk teman teman lain, dan selalu siap membangun diri menjadi lebih baik melalui kritikan dan saran dari berbagai pihak.

Hati ini harus tetap bersih… dan siap menjalani perannya .. The real dosen. Aminnn Ya Allah, diberikan teman teman yang support, dan diberikan kemudahan dengan iringan doa suami tercinta. Alhamdulilahhh…

Harta.. tahta.. wanita

Gamang ih  baca 3 kata itu.. gimana gaa yaa, 

Harta… selalu dikejar, mencari kepuasan dengan menumpuk harta semakin banyak.. tapi endingnya ga ada puasnya kan???

Boleh cerita dikit donk, sejak menerima sejumlah uang warisan dan lain lainnya, dikira dah cukup/puas lhoo, nah lho ternyata masih juga tuh ga kebeli mobil MERCY 700 jt, TANAH puluhan hektar, Makan pagi siang malam berganti tempat., tiap bulan keliling dunia, tiap gadget baru keluar langsung beli, beli tas mahal, beli baju mahal, tiap 3 tahun ganti mobil, tiap tiga tahun ganti rumah……. CATAT nihhhhhh!!! belum bisa lho, dan masih pikirrrrr panjangggggg kalaupun maksa belii,  padahal kalau dilihat orang lain kita dah uwowww dengan sejumlah kucuran dana itu….. 

Jadi HARTA!! sekali lagi ga ada cukupnya Friend!!!..Dan apa yang kita lihat pada orang lain yang lebih dari kita, GA USAH SYIRIK euyyyyyy, soalnya saya disyirikin banyak orang saja tetap merasa… “KURANG”, dan “HUFT- ga bisa beli apa apa juga kok” … 

Again, HARTA itu ga akan bikin puas!!! jadi jangan PEDIT … wong jelas HARTA itu ga akan dibawa MATI… 

Setidaknya HARTA itu diatur sedemikian rupa, minimal… bisa buat bayar zakat, bia sedekah lebih banyak, bisa nyimpen buat hari tua kalau ingin jalan jalan ke eropa, bisa simpen buat bekal pendidikan anak anak, dan siap membeli sepetak tanah untuk istirahat kita selamanya..,,, 

NAH kan,,, simpleeee… GA usah stress mikirin HARTA kok ga numpuk numpuk…. BERSYUKURRR saja.. 

 

TAHTA…. alias kekuasaan, ternyata dua sisi juga… enak donk punya sedikit kekuasaan, setidaknya bisa membuat keputusan yang harus dikerjakan banyak orang, bisa menegur orang jika ada salah, bisa membuat aturan menjadi nyata, bisa membuat orang lain mengikuti apa yang diminta , bisa menumpuk harta??? , bisa …. ya gituh dech … BUT, ternyata musuhnya juga nambah lho… beneran lhooo, seperti yang saya urai di dalam “curhatanku” , ternyata banyak yang mencibir, awalnya ga pernah mencibir, musuh berdatangan one by one.. HIKS… JADI buat APA punya TAHTA kalau ternyata malah nambah musuh yaaa… Musuh yang cemburu, musuh yang sok kritik, musuh yang terganggu zona amannya… dll…. HUFT… jauh jauhh dech dari TAHTA ini jika bisa, namun sekali lagi, JIKA memang harus dan menjadi tanggung jawab demi orang banyak,,, ya… 5% persen musuh anggap angin lalu saja sebagai teriakan semangat untuk terus memperbaiki, dan ajang untuk membuat kita jauh lebih bijak,  BUT, tetap jikalau bisa memilih masih banyak cara lain untuk bisa memberikan manfaat pada banyak orang, ga harus punya TAHTA .. dan saya lebih suka itu.. hindari.. 

 

WANITA… nah ini dia yang bingung, ini kaumku yaaaa…. ga mau cerita ahh… soalnya masih ga ngerti kenapa kaum pria ingin dapat “LEBIH”  dari berbagai aspek wanitanya nya, JUMLAH, KECANTIKAN, dll….. walaupun dengan alasan apapun tetep aja nyesek kalau baca. 

 

SO, di ending.. JUST remind me a LOT!!!

PERCUMA MENIMBUN HARTA DUNIA, SEMUA KEJAYAAN MANUSIA AKAN LENYAP DIMAKAN ALAM SEMESTA

PERCUMA PULA MENGEJAR TAHTA , GA AKAN ADA YANG ABADI, TIDAK PULA MENENANGKAN JIWA

TIMBUNLAH HARTA ROHANI, AMAL KASIH PADA SESAMA, TIDAK BERBENTUK, TIDAK BERWUJUD, TIDAK BERWARNA, TIDAK BISA DIHARGAI OLEH UANG, TAPI NILAINYA ABADI, MENENANGKAN JIWA, MENGHAPUS DOSA, MENJADI POMPA BERKAH, MENJAUHKAN BENCANA

JADIKANLAH DIRI BERMANFAAT UNTUK ORANG BANYAK, DIKENANG SEPANJANG MASA KARENA JASANYA. 

SEMAKIN BERMANFAAT KITA UNTUK LINGKUNGAN KITA, MAKIN YAKIN, BANYAK DOA UNTUK KITA. SEHAT ROHANI, SEHAT JASMANI

BERLOMBA LOMBA LAH MENCARI CARA APA YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK ORANG BANYAK, UNTUK AGAMAMU, DAN UNTUK NEGARAKU. 

#jauh jauh dari iri,, syirik, dengki, sombong, riya…#

 

 

Aplikasi Free Untuk Farmakoterapi

Sharing yang satu ini semoga bermanfaat buat mahasiswa yang saya didik, plus teman teman farmasi lain.

Spirit sebelum mempelajari farmakoterapi, pastinya adalah…. semakin memahami konsep pengobatan yang diberikan pada pasien, maka semakin bermanfaatlah fungsi apoteker… jadi, yuk ahh belajar bersama bagaimana memahami farmakoterapi menjadi lebih mudah.

Salah satu yang membuat mudah belajar farmakoterapi adalah menggunakan berbagai aplikasi dari internet ataupun smartphone. Dengan hanya satu syarat..“punya paket data”..:) … ,  kayanya asyik banget browsing terkait farmakoterapi, dan diakhiri dengan addict cari hal terbaru dan siap untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang obat dalam hitungan detik.. Ga percaya??

Berikut adalah aplikasi yang mudah kita akses di manapun kita berada…

1. Yang wajib, pastinya adalah MEDSCAPE…. semua ada disini, dengan mengklik http://www.medscape.com/, semua info ada disini. Dimulai dari per item obat, dan informasi penting lainnya. Yang paling menarik dari MEDSCAPE adalah CME nya. Silahkan Mencoba .

2. Yang kedua, http://www.drugs.com…. menarik, melirik aplikasi disini. So easy to get all information. Yang topp banget adalah, kita langsung bisa akses AHFS DI Monographs, FDA, Interaction Checker, Micromedex, Harvard Health Topics, Drug Facts, Cinical Trial Results , New drug Approval.. dan lain lain… Wawww bangett kan??? …

3. Yang ketiga, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed… kalau mau dapat kasus yang memiliki evidence base yang lengkap, so klik disini yaaa… so easy, just klik, choose and read, finnaly you got the answer.

4. Yang keempat… dan sering banget saya pakai untuk mengajar, http://accesspharmacy.com/caseToc.aspx… ada free power point lho, kan asyik tuh mengajar menggunakan ppt yang updated plus free pastinya. free power pointa dan bebrapa materi khusus bisa langsung di klik disini yaa… http://www.accesspharmacy.com/resourceTOC.aspx?resourceID=669

5. Ingin melatih kemampuan belajar terkait dengan Farmakoterapi… nah klik aja disini.. http://novella.mhhe.com/sites/0071363610/student_view0/chapter33/self_assessment_quiz.html

Wah segudang soal free, dan kita bisa mengupdated ilmu kita apakah kita mampu melakukan self assesment terhadap berbagai kasus pengobata. Belajar dari kasus akan memahami bagaimana memilih obat yang tepat untuk pasien. ada segudang case disini. Ada 140 chapter!!! Uwoww kann.. walupun kalau ingin updated lagi, yaaaa, harus membayar lebih, but its oke… as a student pakai yang free, dah cukup amazing.

6. Dan case yang free lagii, silahkan klik disini.. http://issuu.com/saturgonza/docs/case-files—pharmacology–2nd-ed.-2008… Ga rugi dech baca ini, menggunakan bahasa yang simple dan easy to understand. So LOVE it so much… #jadi sedikit rugi beli mahal di apple store, ternyata free lhoo dibuka di notebook.

Kalau yang diatas adalah beberapa alamat link yang menurut saya sih wajib disimpan di bookmark notebook kita, nah dibawah ada beberapa aplikasi yang bisa didownload melalui aplikasi di Play store android punya ama Apple store punya:

1. Medscape

2. Drugs.com

3. Pub Med.

4. Pharmacotherapy Handbok Mcgraw Hill

dan aplikasi lain yang dengan keywords drug, dah muncul semua.

Namun saya hanya menggunakan sebagian yang saya rasa paling lengkap dan easy to use. Ga usah banyak banyak aplikasi, nanti malah bingung memilihnya.

Dan saya sangat yakin masih banyak lagi informasi yang bisa kita peroleh dari smarthpone kita, memudahkan akses informasi obat dan dijamin accurate…

Selamat browsing dan mencoba.. YUK ahh updated terkait farmakoterapi… PASTI ASYIK…

Storyku tentang serdos tahap 2

Walaupun sedikit terlambat menceritakan tahapan serdos, tapi tetep…harus dishare siapa tau bisa sangat bermanfaat untuk orang banyak.
Sejak, tgl 25 oktober 2013 lalu  pengisian portofolio sudah berakhir, dan hingga detik ini belum ada pengumumannya, sooo, masih berharap cemas akan status serdos saya.

Setelah  mengikuti ujian toefl dan tpa, ada lagi tuh tahap ke dua yang membuat kepala runyam…membuat portofolio.. artinya membuat deskripsi diri tentang berbagai hal. Ternyata mendeskripsikan diri sendiri itu susah-susah gampang, walau susahnya lebih banyak….harus mereview sekian tahun bekerja sebagai dosen , dan mampu menjelaskam tahapan perkembangan kualitas sebagai dosen dari berbagai tahapan.

Pengisian portofolio diilakukan di link serdos.dikti.go.id. Setiap dosen akan diberikan akun yang terdiri dari:

1. Akun dosen, username dan passwordnya

2. Akun teman sejawat, ada 3 orang..pilihlah teman teman yang memahami kita.

3. Akun Pimpinan dosen, ada 1 orang

4. Akun mahasiswa, ada 5 orang.

Tahap awal ini sulit lho… dikatakan sulit, karena harus meminta 3 teman sejawat yang memahami banget kita, pimpinan yang pemurah, plus mahasiswa sebanyak 5 orang dan menilai point point di bawah ini:

A. Kompetensi Pedagogik

Pedagogik???

Bagi pendidik, istilah ini pasti sudah tidak asing lagi, dan ilmunya menjadi sebuah acuan dalam praktek mendidik anak. Jika dilihat dari segi istilah, pedagogik sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu paedos (anak) dan agogos (mengantar, membimbing, memimpin). Dari dua istilah diatas timbul istilah baru yaitu paedagogos dan pedagog, keduanya memiliki pengertian yang hampir serupa, yaitu sebutan untuk pelayan pada zaman Yunani kuno yang mengantarkan atau membimbing anak dari rumah ke sekolah setelah sampai di sekolah anak dilepas, dalam pengertian pedagog intinya adalah mengantarkan anak menuju pada kedewasaan.

Istilah lainnya yaitu Paedagogia yang berarti pergaulan dengan anak, Pedagogi yang merupakan praktek pendidikan anak dan kemudian muncullah istilah Pedagogik yang berarti ilmu mendidik anak…. sumber dari : http://e-smartschool.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=404&Itemid=55

B. Kompetensi profesional 

Dosen yang profesional adalah orang yang memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang pembelajaran sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai seorang pembelajar dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain pembelajar profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik dan memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya, artinya seorang pembelajar telah memperoleh pendidikan formal serta menguasai berbagai strategi dalam kegiatan belajar mengajar,selain itu pembelajar yang profesional juga harus menguasai landasan-landasan pendidikan yang tercantum dalam kompetensi.

C. Kompetensi Kepribadian

Yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Sub kompetensi mantap dan stabil memiliki indikator esensial yakni bertindak sesuai dengan hukum, bertindak sesuai dengan norma sosial, bangga menjadi pendidik dan memiliki konsistensi dalam bertindak dan bertutur.

Mengacu kepada standar nasional pendidikan, kompetensi kepribadian dosen meliputi,

(1) Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil, yang indikatornya bertindak sesuai dengan norma hukum, norma sosial. Bangga sebagai pendidik, dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.

(2) Memiliki kepribadian yang dewasa, dengan ciri-ciri, menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik yang memiliki etos kerja.

(3) Memiliki kepribadian yang arif, yang ditunjukkan dengan tindakan yang bermanfaat bagi peserta didik, sekolah dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.

(4) Memiliki kepribadian yang berwibawa, yaitu perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.

(5) Memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan, dengan menampilkan tindakan yang sesuai dengan norma religius (iman dan takwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.

D. Kompetensi Sosial.

Kompetensi sosial ialah kemampuan seorang guru dan dosen untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar.

AMAZINGGG kannn ??😯  Itulah pendidik, memiliki peran tinggi dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu bangsa,,, Makanyaa jangan sepelakan dosen donk yaa, GAJI nya harus besar, supaya ke empat kemampuan itu mampu dijawab oleh pribadi dosennya… (#lho endingnya gaji yaaa..🙂 .. yaa boleh lah berharap)

Jikalau diurai satu demi satu, kok rasanya sulit ya menjadi dosen. Ternyata menjadi dosen itu harus  menjadi panutan studentnyaa.. duh kebayang kan kalau dosen atau tenaga pendidik gagal menjadi panutan muridnya, jadi muridnya akan mencontoh siapa atau malah akan mencontoh perilaku buruk dosennya.

Hal yang paling penting yang diajarkan oleh dosen adalah tanggung jawab, kedisiplinan dan terbuka.

Bertanggung jawab? … hal simple adalah apa yang diakatakan sama dengan yang dilakukan, dan siap menanggung resiko dari sikap atau perilaku yang sudah dilakukan.

Disiplin ?? … minimal tepat waktu tuh saat ngajar, ga telat!!!… rasanya malu saya saat ditegur..”ibu tidak tepat waktu karena terlalu sering rapat” .. hehehe, ga lagi dech… Kewajiban mengajar menjadi hal yang harus diutamakan dari rapat rapat yang ga ada habisnya yaaa…🙂 .. siap berubah!!!💡

Terbuka??? … minimal saat mahasiswa kasih kritikan diterima yaaa… tuhh dah diterima kok, soal ibu yang suka telat kalau ngajar.. dah berubah sekarang, Janji dech… (emmm… berusaha berusaha ya):mrgreen:

Dan masih banyak lagi yang harus baik dari sisi dosen… tepat waktu menyerahkan nilai (biar mhs ga ribut dan team pengumpul nilai ga harus ngejar ngejar kita), memberikan penilaian yang baik, bisa mengingat wajah muridnya.. (OMG???? bisakah sayaa?, nama aja sering lupa.. kalau wajah.. mhs yang ga aktif mana bisa saya ingat yaaa…), kemudian harus bisa diajak berkomunikasi dan bertukar pendapat (yaaa… kapan ngobrolnya ya ama mhs), harus ini harus itu… buanyak banget.

Pada dasarnya ketika anda menyatakan diri kita sebagai dosen… siap siaplah dalam melangkah, jadilah pribadi yang bisa menjadi panutan mahasiswanya. Sesulit apapun, tetap inilah pekerjaan yang saya pilih, dengan sukarelawan, tanpa paksaan, jadi yaa harus bisa jadi the real dosen…

Jadi, yang saya sebutkan diatas adalah beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang dosen jikalau ingin memenuhi persyaratan dalam pengisian portfolio dosen. Makanya ketika kita mengawali tugas sebagai dosen, semua proses yang kita lalui harus berlandaskan dari kewajiban utama sebagai pendidik berikut dengan kepribadiannya.

Pribadi yang menarik… memudahkan transfer ilmu… (berarti dulu nilai kuliah saya yang jelek, gagal yaa dosennya memiliki pribadi yang baik.. heheh, masih terbayang wajah si dosen).. Yaaa gituh dech👿

Kemudian tahapan yang ga kalah sulitnya adalah, mengisi isian dekripsi diri.. mendeskripsikan diri kita… emmm.. jadi menjelaskan diri kita itu sepertii apa..

Pertanyaan pertama yang terlewat : “emang saya gimana ya?? ” ..😳

Untungnya dituntun dalam pengsisin dekripsi diri ini oleh panduan serdos dengan baik, jadi sedikit bisa mengarang indah, dengan melampirkan bukti yang sesuai dengan keadaan.

Lembar Deskripsi Diri merupakan salah satu instrumen yang digunakan dalam proses Sertifikasi Dosen Dalam Jabatan sebagai bagian tidak terpisahkan dari Portofolio Dosen. Lembar Deskripsi Diri digunakan sebagai alat bagi dosen untuk menjelaskan keunggulan atau kebanggaan pribadi seorang dosen atas prestasi dan/atau kontribusi yang telah dilakukan dalam menjalankan karirnya sebagai dosen, khususnya terkait dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Lembar Deskripsi Diri Dosen berkenaan dengan prestasi dan kontribusi dosen dalam 4 (empat) kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Berbagai aspek yang berkait dengan keempat kompetensi tersebut dinyatakan dalam bentuk kegiatan pengajaran/pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, manajemen pendidikan, dan manajemen kemahasiswaan.

Berikut adalah Isiannya :

A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran

A.1. Berikan contoh nyata semua usaha kreatif yang telah atau sedang Saudara lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; dan jelaskan dampaknya !

Deskripsi:

Usaha kreatif:

………………………………………………………………………………………………………

Dampak perubahan:

………………………………………………………………………………………………………

A.2. Berikan contoh nyata kedisiplinan, keteladanan , dan keterbukaan terhadap kritik yang Saudara tunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran.

Deskripsi:

  1. Kedisiplinan:

……………………………………………………………………………………………………….

2. Keteladanan:

……………………………………………………………………………………………………….

3. Keterbukaan terhadap kritik:

…………………………………….…………………………………………………………………………….

  • B.   Pengembangan Keilmuan/Keahlian

B.1. Sebutkan publikasi karya-karya ilmiah/seni yang telah Saudara hasilkan dan tunjukkan buktinya dengan cara mengunggahnya. Bagaimana makna dan kegunaannya dalam pengembangan keilmuan/keahlian. Jelaskan bila karya tersebut memiliki nilai inovatif.

Deskripsi:

1.Publikasi karya ilmiah:

……………………………………………………………………………………………………….

2. Makna dan kegunaan:

 ……………………………………………………………………………………………………….

3.Nilai inovatif:

……………………………………………………………………………………………………………………

B.2. Berikan contoh nyata konsistensi dan target kerja yang Saudara tunjukkan dalam pengembangan keilmuan/keahlian.

Deskripsi:

1.Konsistensi:

……………………………………………………………………………………………………..

2. Target kerja:

……………………………………………………………………………………………………….

C. Pengabdian kepada Masyarakat

C.1. Berikan contoh nyata penerapan ilmu/keahlian Saudara dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Deskripsikan dampak perubahan dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan tersebut !

Deskripsi:

Kegiatan PKM:

………………………………………………………………………………………………………

  1. Dampak Perubahan:

………………………………………………………………………………………………………

2.Dukungan Masyarakat:

………………………………………………………………………………………………………………..

C.2. Berikan contoh nyata kemampuan berkomunikasi dan kerjasama yang Saudara tunjukkan dalam pengabdian kepada masyarakat.

Deskripsi:

1. Kemampuan berkomunikasi:

……………………………………………………………………………………………………..

2. Kemampuan kerjasama:

………………………………………………………………………………………………………

D. Manajemen/Pengelolaan Institusi

 D.1. Berikan contoh nyata kontribusi Saudara sebagai dosen, berupa pemikiran untuk meningkatkan kualitas manajemen/pengelolaan institusi (universitas, fakultas, jurusan, laboratorium, manajemen sistem informasi akademik, dll), implementasi kegiatan, dan bagaimana dukungan institusi terhadap kegiatan tersebut.

Deskripsi:

Implementasi kegiatan dari usulan/pemikiran:

………………………………………………………………………………………………………

Dukungan institusi:

………………………………………………………………………………………………………

D.2. Berikan contoh nyata kendali diri, tanggungjawab, dan keteguhan pada prinsip yang Saudara tunjukkan sebagai dosen dalam implementasi manajemen/ pengelolaan institusi.

Deskripsi:

Kendali diri:

………………………………………………………………………………………………………

Tanggungjawab:

……………………………………………………………………………………………………..

Keteguhan pada prinsip:

……………………………………………………………………………………………………………..

E.    Peningkatan Kualitas Kegiatan Mahasiswa

E.1. Berikan contoh nyata peran Saudara sebagai dosen, baik berupa kegiatan maupun pemikiran dalam meningkatkan kualitas kegiatan mahasiswa dan bagaimana dukungan institusi dalam implementasinya.

Deskripsi:

Peran pada kegiatan mahasiswa:

………………………………………………………………………………………………………

Implementasi peran:

………………………………………………………………………………………………………

E.2. Berikan contoh nyata interaksi yang Saudara tunjukkan dalam peningkatan kualitas kegiatan mahasiswa dan manfaat kegiatan baik bagi mahasiswa institusi Saudara, maupun pihak lain yang terlibat.

Deskripsi:

Interaksi dengan mahasiswa:

……………………………………………………………………………………………………..

Manfaat kegiatan:

………………………………………………………………………………………………………

Ternyata semua ditanya yaaaa… yang jadi titik point adalah:😉

1. Bagaimana sistem pengajaran kita

2. Peran  kita dalam dunia riset dan manfaatnya

3. Peran Kita terhadap institusi sebagai home base kita , jadi jangan pernah dosen menolak suatu jabatan , karena dari sanalah kita mampu mengetahui peran kita dalam institusi , mampu mengembangkannya dengan baik, dan menjadikan sentuhan tangan kita benar benar berdampak terhadap kemajuan institusi kita.

4. Peran kita terhadap perkembangan mahasiswa… mengikuti kegiatan UKM kemahasiswaan ternyata berdampak terhadap pengembangan kita sebagai dosen.

Jadiii …. menjadi dosen tidak hanya duduk di meja, menyiapkan bahan kuliah, mengajar,merekap nilai sajaa., banyak peran yang bisa diberikan dalam mengembangkan isntitusi dan kualitas anak didiknya..

Akhir kata saya bilang… Ohhhhhhhh begituu ya jadi dosen…:mrgreen:

Mencoba memperbaharui dari ilmu yang saya dapat hari ini, mengikuti serdos banyak berdampak terhadap perubahan pola pikir saya, apapun hasilnya nanti serdos ini, saya siap untuk terus memperbaiki diri, dan menjadikan saya memiliki kemampuan di keempat kompetensi diatas.

Bismilahhh… Niat yang baik, pasti hasilnya baik kann…???..😎

Storyku, memulai sertifikasi dosen 2013

Masuk sebagai dosen yang dinyatakan eligible dalam sertifikasi dosen… After 12 tahun mengajar, sepertinya telatttt banget, mengingatttt… Masih sulitnya mengelola administrasi yang baik di kampus ini, but at least dari hal ini, jadi belajar banyak bangaimana mengarahkan petugas admin, sehingga bisa membantu teman teman lain, sehingga memudahkan proses serdos merek kelak.

Salah satunya… YA, melalui tulisan ini…

Kita mulai dari hulu ke hilir yaaa..

Berikut beberapa Persyaratan Mengajukan Sertifikasi Dosen antara lain adalah :

1. Dosen Tetap : Dosen PNS Dpk pada PTS atau Dosen Tetap Yayasan (bukan PNS Departemen baik Depdiknas maupun Non Depdiknas);

2. Memiliki Nomor Induk Regitrasi Dosen Nasional (NIDN);

3. Dosen yang telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 2 tahun di PTS dimana ia bekerja sebagai Dosen PNS DPK /Dosen Tetap Yayasan;

4.Memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya Lektor;

5. Memilki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya lulus S2, dibuktikan dengan Ijazah yang sudah dilegalisir oleh pihak yang berwenang (asli/cap basah);

6.Melaksanakan Tridharma perguruan tinggi dengan beban kerja paling sedikit 12 SKS pada setiap semester di PTS dimana ia bekerja sebagai Dosen PNS DPK /Dosen Tetap Yayasan;

7. PTS pengusul serdos harus memperhatikan rasio dosen:mahasiswa untuk bidang IPA 1:20 (toleransi s/d 1:30) dan bidang IPS 1:30 (toleransi s/d 1:45).

8. Dosen yang belum memiliki kualifikasi akademik magister (S2)/ setara dapat mengikuti sertifikasi apabila: Mencapai usia 60 tahun dan mempunyai pengalaman masa kerja 30 tahun sebagai dosen, atau mempunyai jabatan akademik Lektor Kepala dengan golongan IV/c (Dosen PNS Dpk).

Memiliki kriteria butir 1 dan 5 diatas.

Jadi syarat utama untuk teman teman yang baru menjadi dosen adalah…

1. Segerakan mendapatkan gelar s2 nya.

2. Mendaftarkan anda untuk mendapatkan NIDN

3. Mengurus jabatan fungsional

4. Mengurus SK inpassing

5. Minimal mengajar selama 2 tahun, untuk bisa masuk kedalam kelas eligible.

Buat kami di PTS, sistem pengelolaan diatas seperti pengurusan NIDN dan JFA, masih dirasa cukup lambat, mengingat beban kerja dosen yang super, sehingga kesulitan untuk memulai pengurusan dan kendala tidak adanya pengelola admin khusus, membuat beberapa dosen kewalahan ketika harus menyusun semua ini. Apalagi mengumpulkan surat surat dokumentasi… Terasa ribet dan super ribet.

Padahal tuh, JFA dan serdos memiliki dampak penting buat penambahan nilai AKREDITASI suatu Prodi.

JADI…. Memang harus dikelola dengan baik, sehingga dosen dapat dibantu dan merasa dibantu oleh pengelola suatu perguruan tinggi.

Next, my target as WK 1… Menyusun rencana kerja bagaimana pengelolaan yang baik untuk kemajuan dosen maupun institusi terkait pengakuan akan kompetensi dosennya.

Saya pun sama, mengurus JFA ketika ingin kuliah S3, alhamdulilahh dapat…. Setelah mengajar di STFB 7 tahun, hehehe…. Telatnya kannn…..

Mengurus SK inpassing pun, karena ada desakan kopertis untuk mengurus, dan akhirnya dapatttt dech…. GOL 3B.

Intinya kalau dengan keadaan terpaksa, JADI ya mau GA Mau yaaa harus ngurus lhooooo…..

Baiknya sih ga terpaksa, tapi menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas seorang dosen, mengerjakan dan melapor apa yang sudah dikerjakan. Pada akhirnya, mengikuti aturan berdampak kepada institusi tempat kita mengajar dan juga diri kita sebagai dosen.

Okee, next story

After dinyatakan valid oleh DIKTI, melalu link forlap.dikti.go.id, maka…. Mulailah tahap pertama pelaksanaan sertifikasi dosen. Ini adalah kali pertama pelaksanaan sertifikasi dosen, dimana harus mengikuti serangkaian ujian , yaitu TOEFL dan TPA.

Mulai tahun 2013, pemerintah menambahkan syarat untuk portofolio dosen, setidaknya perlu upaya khusus atau ekstra kerja keras. Tiga syarat tambahan dalam syarat sertifikasi dosen 2013 :

(1) Dokumen/sertifikat kemampuan berbahasa Inggris,

(2) Dokumen/sertifikat hasil tes potensi akademik (TPA), dan

(3) Karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah/nasional/international.

Ketika pengumuman itu muncul…. , yaitu:

1. Harus melampirkan hasil ujian TOEFL dan TPA

2. Harus sudah memiliki jurnal atau pernah melakukan publikasi ilmiah…

, dikira , kami harus melakukan di ujian di tempat yang diakui oleh pihak DIKTI. Ternyata????

Yup, kami harus mengikuti UJIAN TOEFL dan TPA yang dilakukan dikti secara serentak dalam kurun waktu tertentu di beberapa lab bahasa perguruan tinggi, dan diadakan secara ONLINE. PERTANYAANNYA,ONLINE YA?

OK, ONLINE yaaaaa…. Jadi mengerjakannya harus mengggunakan komputer yang terkoneksi dengan internet.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Untuk bisa ikut UJIAN ONLINE ini, kita harus mendaftar mengikuti ujian. Caranya masuk ke link pti.dikti.go.id. Untuk masuk memerlukan username NIDN kita dan password yang harus diminta ke pihak KOPERTIS.

2. Untuk daftar… Perempuan menyiapkan foto berlatar warna biru dan diupload, untuk laki laki menyiapkan foto berwarna merah dan diupload dalam formulir yang disediakan.

3. Setelah diisi….dicetak formulir pendaftarannya.

4. Kemudian every day, melihat waktu ujian TOEFL dan TPA nya… Dilihat secara online.

5. Jangan pernah lupa username dan password yaa…biar ga pusing saja, ya foto saja simpan di hp, atau yaaa, masukkin ke contact hp kita… Dijamin ga lupa, soalnya akun ini akan menjadi akun kita untuk bisa mengikuti ujian TOEFL dan TPA online.

Saat pelaksanaan tiba….

Ehmmm… Begitu banyak simpang siur, seperti koneksi internet di beberapa tempat pelaksanaan ujian sangat lambat, akhirnya beberapa dosen harus mengulang kembali ujiannya… Ohh yaa???

Kemudian…. Harusnya jadwal ujian jam 12.30, diundur hingga 14.20.. Karena… Yaaaa koneksi internet yang sangat lambat sehingga mengganggu proses ujian sesi sebelumnya.

Pertanyaannya???

Kokk begini amat ya DIKTI???…..

Hehehe… Ya itulah, sangat memahami dech gejala ini, wajar donk sampai internetnya ngehank… INDONESIA gituh, mungkin jaringan internetnya belum begitu hebat, atau yaaa… Tempat pelaksanaan ujiannya belum memadai dari infrastruktur hardware dan softwarenya..

BUT, anyway….. Aprecciated dech ama DIKTI, merubah performance proses sertifikasi dengan dukungan teknologi, sehingga dapat meminimalkan terjadinya kecurangan2 yang dilakukan oleh dosen.

Ehh, emang ada ya , dosen yang curang??

Jawabanyya adaaaaa donk….

Nih buktinya.. ” Pada tahun 2012-2013 saja sudah tercatat sedikitnya 400 perguruan tinggi swasta yang ketahuan tidak jujur dari jumlah total 3.000 perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia. Bentuk sanksi yang diberikan pemerintah selama ini antara lain pemblokiran proses sertifikasi dosen hingga penghentian beasiswa. Dari 400 PTS itu, setidaknya 76 PTS sudah mengakui kesalahan dan memperbaiki diri dengan memecat dosen-dosen yang tidak jujur”

Sumber : See more at: http://kantorberitapendidikan.net/sertifikasi-dosen-di-400-perguruan-tinggi-diwarnai-kecurangan/#sthash.MO2xLqSY.dpuf

Waduhhh… DOSEN kok curang, DOSEN adalah sang pendidik mhs dimana mhs masih membutuhkan panutan… , duhhhh ,jangan sampai deh kita melakukan hal tercela tersebut. ..

Okee… Kembali ke storyku..

Akhirnya tgl 14 Okt lalu, saya ikut ujian TOEFL dan TPA di kampus ITB, berharap … Tidak ada pemunduran waktu, dan internet berjalan baik…, butttt, hehehe…. Yaaa, akhirnya waktu ujian delay 2 jam .

But again, internetnya ga ada masalah dan akhirnya selesai juga, so i said… ALHAMDULILAH, bisa melewati hari ini.. Dengan skor TPA 56,67, dan TOEFL 67…

Inilah standar nilai yang harus dipenuhi,

20131015-144109.jpg

Dan , hasilku… YA memenuhi syarat untuk mendapatkan nilai angka 4.

Mengapa harus 4, silahkan lihat aturan main sertifikasi dosen di BUKU 2 Sertifikasi Dosen 2013.

Next….. Saatnya penyerahan akun portofolio dan menyusun portofolio.

Mareeeee…..
This is just story….

Pagi hari, sudah berada di kopertis wilayah 4. Dan bertemu dengan para dosen lain.
Meributkan banyak hal lain:
1. Sebagian ga dapat informasi,tidak tahu kapan melakukan ujian TPA dan TOEFL…ehmm bisa yaaa, mungkin akses internet tidak dijadikan habit untuk terus updated. Jadi sebagian orang menyalahkan DIKTI, mengapa tidak ada info info.
2. Berbagai keluhan bermunculan, dan masing masing melontarkan alasan alasannya, mengapa telat, dll… jadi berpikir, inikah potret dosen di indonesia, tidak mengakui apa yang menjadi masalah keterlambatannya…. intinya, tidak aware terhadap apapun yang sudah di launch oleh dikti.
Sekuat apapun dikti melakukan transformasi perubahan manajemen dengan pemanfaatan it…ternyata terhalang dengan berbagai faktor… so sad.
3. Tanggapan kinerja dikti menjadi masalah, apalagi menyalahkan intitusinya sendiri mengapa bagian admin tidak memberikan info….ehmmmm, yang ini benar ga ya???….admin kampus disalahkan, padahal…admin itu kerjaannya ga hanya satu lhooo..ga mengurus satu bidang.
4. Mempermasalahkan program baru Dikti dengan serdos 2013, mengapa sampai ujian online, dl…padahal jika dikaji hal ini dilakukan semata mata untuk memudahkan dan penyamaarataan proses memperoleh nilai TOEFL dan TPA, dengan jaminan keabsahan yang jelas dan pasti benar….

Akhirnya, sih saya balik mengaca…..jangan sampai teman teman dosen yang menjadi team saya, menjadi KUDET, dan harus terus dipaparkan keupdate-an mengggunakan sistem teknologi informasi.

Yup…jadi dosen adalah sukarela, dan harus mau terus berkembang, mengikuti perkembangan dunia, jika kita ingin menghasilkan lulusan mahasiswa berkualitas dunia.

Menjadi DOSEN , benar benar menjadi dosen….

Judulnya, Benar benar menjadi DOSEN lhooo… , jadi memang saya belum murni menjadi dosen.

Sekian lama sudah tidak menulis, dan sejak kejadian kemaren, baru baca naskah akademik sertifikasi dosen, kemudian ditegur oleh sang Promotor mengenai peran seorang dosen… duhhh trenyuh, melihat hingga hari ini saya belum bisa menancapkan peran saya sebagai dosen 100%..

Jadi berikut nihhh uraian yang harus saya ingat sepanjang masa, mengingat saya adalah seorang dosen,yang harus terus menerus memperbaiki diri untuk bisa menjadi dosen yang seutuhnya, 100% Dosen.

Jika dikaji dari berbagai tugas dosen, ada 3 tugas utama , yaitu :

1. Pendidikan dan Pengajaran

2. Penelitian

3. Pengabdian Masyarakat

Jadi, dosen di PT selain memberikan pengajaran kepada mahasiswa, harus terus mengembangkan ilmunya melalui penelitian, dan menerapkan hasil penelitian tersebut melalui pengabdian pada masyarakat. Berarti seorang dosen harus bertindak sebagai :

  1. Pengajar. Dosen bukan hanya menguasai materi, namun juga dapat mengajarkannya pada orang lain dengan metode yang baik, dengan demikia dosen juga tidak hanya mengajarkan hal – hal keilmuan pada mahasiswa, namun juga sikap – sikap yang benar dalam menempuh kehidupan yang sementara ini. Nahh ini lah yang dirasa menjadi penting sebagai seorang dosen, bagaimana mentransformasikan keilmuannya kepada mahasiswa dengan metode yang baik. Mengajarkan segala hal baik dalam aspek kehidupan bermasyarakat meliputi kedisiplinan, kejujuran, keidealismean, dan juga kesahajaan…. (duh beratnyaaa, setidaknya disini  di kalaim bahawa sebisa mungkin dosen menjadi contoh nyata para mahasiswanya, contoh benar dan baik) …. CAN I?????
  2. Penelitian Dosen harus meneliti untuk mengembangkan keilmuannya. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Sikap haus belajar dan selalu ingin tahu sangat diperlukan dosen untuk maju dan berkembang. Di PT luar negeri, sudah lazim bahwa sebagian besar penelitian terbaru muncul dari kampus, bukan industri atau tempat lain. Keingintahuan seorang dosen harus tinggi, sehingga akan membantu mahasiswanya juga untuk memahami konsep secara bersamaan….. RESEARCH???? I HAVE TO START RIGHT NOW!!…. Jikalau ingin mengubah paradigma yang salah dalam pemikiranmahasiswa, maka penelitian yang benar dan terarah adalah salah satu lahan untuk memberikan prose nalar dan logis pada mahasiswa.
  3. Pelayan masyarakat. Dosen tidak cukup hanya tinggal di “menara gading” PT, namun juga harus mau membumi dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sebagai tanggung jawab moral dan sosial terhadap masyarakat, dosen harus mau memberikan ilmu yang ia miliki untuk kepentingan orang banyak. MEMBUMI??? ….. betuuullll, sometimes begitu sulit untuk MEMBUMI, jikalau dilihat dari kenyataannya, beban seorang dosen yang sudah cukup berat dalam proses pendidikan dan pengajaran, sehingga terkadang waktu untuk melakukannya pun tergusur gusur… 

Nahhh , itulah tugas utama menjadi dosen… dan jikalau dibentuk kedalam suatu siklus, maka INILAH SIKLUS TUGAS dari DOSEN:

tri-dharma-pt1

Dari penjelasan di atas, cukup jelas mengapa seorang dosen perlu melakukan ketiganya dalam profesinya. Dengan penelitian, seorang dosen akan memperkaya khasanah ilmu, dengan pengabdian masyarakat dosen bisa menjadi penggerak pembangunan, dan seterusnya..

Manakala seorang dosen hanya bisa memberikan teori saja dan tidak mau melakukan penelitian dan abdimas. Pertanyaannya; apa yang sebaiknya dilakukan oleh mahasiswa untuk mempercayai semua pernyataan/pengajaran yang diberikan…?????? …..

JADIIII…. profesi sebagai dosen bukanlah menjadi sebuah keharusan. Namun atas dasar sukarela dengan terlebih dahulu memikirkan dan mengetahui segala konsekuensi saat menjadi dosen.

MAKA… Setiap dosen harus memiliki komitmen, sebab kita dihadapkan pada begitu banyak tantangan. Salah satunya ialah kompetisi dengan perguruan tinggi lain, baik di dalam maupun luar negeri.

KOMITMEN ?? Komitmen apa yang  harus kita miliki?? … “Komitmen utama adalah siap melaksanakan pendidikan dan pengajaran yang benar, penelitian dan pengabdian masyarkat”, karena itulah tugas utama seorang dosen, jadi  Komitmen menjadi hal penting JIKA ingin DINYATAKAN bahwa KITA adalah seorang DOSEN. Komitmen adalah kerelaan untuk bekerja keras dan memberikan energi serta waktu untuk sebuah pekerjaan atau aktifitas. Dengan komitmen , maka  dalam diri setiap dosen akan muncul:

  1. Semakin tinggi tingkat komitmen dosen, akan semakin tinggi pula usaha yang dikeluarkan untuk melakukan pekerjaan sehingga kinerja dapat meningkat, dan
  2. Semakin tinggi tingkat komitmen dosen, semakin lama ia ingin tetap berada dalam organisasi dan semakin tinggi pula produktivitasnya kepada organisasi dan tingkat keluar masuknya dosen akan semakin rendah.

KOMITMEN SIAP mejalankan fungsi dan peranan sebagai DOSEN, harus didukung dengan KODE ETIK, sehingga apapun yang dikerjakan, akan seiring dan sejalan..

Berikut, adalah gambaran KODE ETIK DOSEN…

1. Integritas : Prinsip Integritas diwujudkan dalam sikap dan perilaku jujur, tulus, bertanggung jawab dan memegang teguh komitmen untuk memenuhi janji.

2. Keadilan : Prinsip Keadilan diwujudkan dalam sikap dan perilaku obyektif, non diskriminatif dan apresiatif.

3. Kemajuan : Prinsip Kemajuan diwujudkan dalam sikap dan perilaku
inovatif, meningkatkan keberdayaan, perbaikan berkelanjutan, dan
komitmen untuk mencapai yang terbaik.

4. Keterbukaan : Prinsip Keterbukaan diwujudkan dalam sikap dan
perilaku cepat tanggap, lapang dada menerima umpan balik, tulus
dalam memberi umpan balik, dan membuka peluang untuk meraih
kemajuan.

5. Kebermaknaan : Prinsip Kebermaknaan diwujudkan dalam sikap dan
perilaku yang memberikan prioritas pada hal-hal yang penting,
berguna, bernilai dan berdampak positif bagi pihak-pihak yang
terlibat dan bagi masyarakat luas.

6. Tumbuh dan Berkembang Bersama : Prinsip Tumbuh dan
Berkembang Bersama diwujudkan dalam sikap dan perilaku saling
mendukung, dan rela berbagi untuk kemajuan bersama.

7. Ketauladanan : Prinsip Ketauladanan diwujudkan dalam sikap dan
perilaku memberi contoh dan melakukan hal-hal yang baik dengan
mulai dari diri sendiri.

Jika dipandang dari  dimensi manusia secara personal dan hubungan antara personal seperti yang dikutip dari berbagai sumber, maka komptensi yang harus dimiliki mejadi seorang dosen adalah:

  1. Kompetensi Intelektual

Kompetensi intelektual adalah kemampuan dan kemauan yang berkaitan dengan pemecahan masalah-masalah yang bersifat rasional atau strategic

2. Kompetensi Emosional

Kompetensi emosional adalah karakter sikap dan perilaku atau kemauan dan kemampuan untuk menguasai diri dan memahami lingkungan secara objektif dan moralis sehingga pola emosinya relatif stabil ketika menghadapi berbagai permasalahan di tempat kerja yang terbentuk melalui sinergi antara watak, konsep diri, motivasi internal, serta kapasitas pengetahuan mental/emosional

3. Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial adalah karakter sikap dan perilaku atau kemauan dan kemampuan untuk membangun simpul-simpul kerjasama dengan orang lain yang relatif bersifat stabil ketika menghadapi permasalahan di tempat kerja yang terbentuk melalui sinergi antara watak, konsep diri, motivasi internal, serta kapasitas pengetahuan sosial

4. Kompetensi Spiritual

Kompetensi spiritual adalah karakter dan sikap yang merupakan bagian dari kesadaran yang paling dalam pada seseorang yang berhubungan dengan kebijaksanaan/kearifan yang berasal dari luar ego (diri sendiri) atau di luar pemikiran sadar yang tidak hanya mengakui keberadaan nilai tetapi juga kreatif untuk menemui hal-hal baru

Selain kompetensi, komitmen organisasi merupakan salah satu bagian dari modal intelektual yang ada pada masing-masing individu dosen. Komitmen organisasi akan mempengaruhi individu untuk mengidentifikasi, terlibat dalam organisasi, dan rela berkorban untuk kepentingan organisasi.

Jika dilihat begitu banyak uraian di atas , bagaimana seharusnya menjadi DOSEN, pastinya akan berat jikalau Tidak ada unsur SUKARELA, karena hal di atas BUKANLAh KEHARUSAN, namun berupa himbauan yang hukumnya menjadi wajib jikalau kita sudah memilih sebagai DOSEN.

Dan saya, mulai hari ini… INGIN benar benar menjadi DOSEN, menjadi PENDIDIK yang benar , mejadi CONTOH untuk mahasiswa saya, jadi apapun tindakan saya harus benar benar berdasarkan peran, fungsi hak dan kewajiban sebagai DOSEN….

SEMOGA BISA menjadi dosen yang lebih baik….dosen yang menjadikannya dirinya menjadi pembelajar seumur hidup, artinya… apapun yang kita ajarkan kepada mahasiswa, mereka menjadi tertarik dengan topik yang kita ajar, dan terus mempelajarinya walaupun merke sudah lulus…

YUP… keep learning, dan lakukan evaluasi secara terus menerus… BISMILAH, PASTI bisa

Pengorbananku….

Yang selalu saya pahami adalah… “bagaimana menjadikan kemampuan yang kita miliki dan apa yang kita lakukan, harus memiliki nilai manfaat yang besar untuk orang bannyak”

Jadi ketika harus memilih… 1 orang (saya sendiri) dan 1500 orang…. tentu saya akan pilih 1500 ,dengan niat sekali lagi, jikalau pengorbanan saya bermanfaat untuk 1500 orang, maka apakah itu pengorbanan yang sesuai???

Mengorbankan waktu, tenaga yang harus terkuras untuk mencapai MIMPIKU, terkalahkan oleh 1500 orang.
Hanya berharap:
1. Pilihanku tepat.
2. pilihanku Benar
3. Bermanfaat terhadap banyak orang
4. dann… TIDAK menimbulkan masalah lain.

Menjadi salah satu bagian pimpinan, berusaha mampu bekerjasama dengan team, mampu merangkul semua staff, mampu mendesain sebuah program yang membantu meringankan banyak orang, dan mampu membuat pondasi yang jauh lebih kuat untuk perkembangan masa yang akan datang, ternyata ga semudah membalikkan telapak tangan…
Berharap 100% dukungan… (karena berpikir bahwa program sudah didesain sangat baik), ternyata… ada saja kurangnya.

Bagaimanakah menjadi amanahh, jikalau ternyata semua yang kita bangun tidak bisa memuaskan semua orang.
sejujurnya, 100% saya akan menolak jabatan itu, jikalau saya tidak mengingat, bahawa saya ingin merealisasikan mimpi saya dan teman teman memnjadikan Kampus yang kami cintai bersama menjadi lebih baik. dan dengan posisi ini, mungkin bisa membantu.

Hanya berusaha.. agar, tidak mudah lekas puas, dan selalu rendah hati….

Yaaa, semoga pengorbanan ini akan memberikan nilai manfaat buat banyak oraang, karena jujur… INI MIMPIKU yang lain, MAMPU mengaktualisasikan diriku sehingga bermanfaat untuk banyak orang.
Aminnnn…, pintaku Ya ALLAH, Bantulah hati ini lebih kuat dan lebih IKHLAS.

Menuai sesuatu dari yang kita tanam

Inilah… kalimat yang diucapkan satu kali oleh Co promo saya, yang sangat berkesan di hati. 

‘Kamu akan dapat sesuatu ,sesuai dengan yang kamu tanam… kalau benih yang kamu tanam jagung, pasti hasilnya jagung.., jadi tanamlah terus kebaikan, supaya hasilnyapun selalu baik.. ” 

dan akhirnya, saya membaca cerita yang melengkapi hal ini… 

” Bekal hidup  semasa menjalankan kehidupan dunia ini “:

• Jika kita menanam amanah, maka kita akan menuai kepercayaan ..

• Jika kita menanam kebaikan, maka kita akan menuai persahabatan ..

• Jika kita menanam tawadhu’ (kerendahan hati), maka kita akan menuai penghormatan ..

• Jika kita menanam rasa hormat, maka kita akan menuai kemuliaan ..

• Jika kita menanam kesungguhan, maka kita akan menuai kesuksesan ..

• Jika kita menanam keimanan, maka kita akan menuai ketenangan..

• Jika kita menanam kebohongan, maka kita akan menuai bencana..

 Apa yang kita tanam hari ini, pasti di suatu saat nanti kita akan menuainya sendiri..

 

Terima kasih untuk https://www.facebook.com/pages/Kaligrafi/425791027517103?directed_target_id=0, melengkapi pernyataan Co promo saya… 

InsyaAllahsaya akan belajar terus untuk terus menanam kebaikan….